Posted in

Ketua KSPSI Jatim: Meski May Day Digelar Nasional di Jakarta , Hiruk-Pikuk May Day Harus di Gelar di Seluruh Daerah

Ketua KSPSI Jatim, Ahmad Fauzi Menyatakan Hari Buruh di Jatim Dipusatkan di Jalan Pahlawan Surabaya

Surabaya, kabarfokus.id

Hiruk-pikuk perayaan hari buruh pada 1 Mei tidak hanya dirasakan di ibu kota Jakarta saja, seperti halnya yang diagendakan oleh Pemerintah sebagai peringatan hari buruh secara nasional yang di pusatkan di kawasan Monas. Namun hiruk-pikuk peringatan hari buruh juga akan dirasakan di seluruh daerah di tanah air termasuk Jawa Timur.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jawa Timur, Ahmad Fauzi, yang menyatakan dirinya sangat menghormati ajakan Presiden Prabowo Subianto yang meminta agar May Day diselenggarakan secara nasional di Jakarta.

Ahmad Fauzi Ketua KSPSI Jawa Timur yang menaungi 14 Federasi buruh, serta 28 serikat pekerja di luar SPSI menyebut,KSPSI Jawa Timur tetap menjalankan arahan Presiden dengan memberangkatkan kurang lebih 3.600 massa buruh ke Jakarta.

“Tadi sore setelah ashar berangkat berbondong-bondong kurang lebih 66 bus yang diberangkatkan, mudah mudahan besok pagi sudah sampai mengikuti May Day di Jakarta,”sebutnya saat ditemui pada Kamis malam (30/04/26)

Dia menambahkan,dalam perayaan hari buruh tahun ini akan ada berbagai rangkaian acara, KSPSI Jatim akan siapkan pengerahan massa di Nganjuk untuk peresmian museum Marsinah yang kemungkinan akan dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Presiden dijadwalkan akan meresmikan museum Marsinah apakah tanggal 2 Mei ,apakah tanggal 11 Mei, kita akan padati massa kurang lebih 5.000 orang buruh,” tambahnya.

Lebih lanjut untuk tanggal 1 Mei bagaimana di Jawa Timur ? Ahmad Fauzi menegaskan bahwa, kegiatan yang ada di Monas akan tetap berjalan sebagaimana yang telah diagendakan, namun hiruk-pikuk hari buruh juga harus diadakan di seluruh daerah di tanah air termasuk di Jawa Timur.

“Silahkan itu kegiatan yang ada di Jakarta secara nasional, tetapi hiruk-pikuk May Day ini adalah tetap harus tegak berdiri di Republik Indonesia ini, di semua daerah di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Ahmad Fauzi mengaku bangga, karena pemerintah telah mengakui hari buruh yang diperingati setiap tahun dengan pemberian tanggal merah.

“Kami bangga sebagai pimpinan ormas yang mohon maaf ,berkali-kali kami bersyukur bahwa ,tak jarang ormas yang punya hari ulang tahunya diperingati oleh pemerintah, apalagi di tanggal merahkan oleh pemerintah,” ujarnya.

Ahmad Fauzi juga mengaku jika dirinya merupakan bagian dari sejarah bagaimana pemerintah memberikan tanggal merah untuk hari buruh yang diperingati setiap tanggal 1 Mei.

“1 Mei menjadi tanggal merah, ditetapkan pada waktu itu oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di dalam masa akhir jabatannya, diberikan tanggal merah itu waktu berkunjung di Maspion hari Kamis jam 14.30 pada waktu itu, karena saya saksinya, untuk itu kalau tidak kelompok kami siapa lagi yang memperingati May Day,” akunya.

Oleh karenanya , meski pemerintah menggelar agenda hari buruh secara nasional di Jakarta, di Jawa Timur peringatan hari buruh akan dipusatkan di Jalan Pahlawan, tepat di depan kantor Gubernur Jawa Timur.

“Maka hari buruh saya nyatakan kami tetap menjalankan ritual, menjalankan perayaan May Day itu pada 1 Mei di Jalan Pahlawan di Jawa Timur di kantor Gubernur dengan berbagai aliansi yang tadi kami sebutkan antara lain KSPSI, KSPI, SPN , Sarbumusi dan lain sebagainya,” tambahnya.

Sementara karena peringatan May Day tahun ini tepat pada hari Jumat, Ahmad Fauzi menyampaikan akan menggelar atraksi secara kondusif dan religius.

“Insya Allah kami akan melaksanakan May Day itu akan kami suguhkan atraksi yang kondusif, atraksi yang bahkan religi, kami akan suguhkan sholat Jumat bersama di Jalan Pahlawan untuk menjelang detik-detik May Day yang kurang lebihnya akan dihadiri oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya, kurang lebihnya begitu ya,” ungkapnya.

Ahmad Fauzi menerangkan bahwa, massa buruh yang mengikuti acara hari buruh di Surabaya berasal dari beberapa kota seperti Sidoarjo, Gresik, Mojokerto , serta Pasuruan.

“Kelompok buruh mulai ring satu akan fokus di Jalan Pahlawan, Gresik akan berbondong-bondong, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo , Pasuruan akan berbondong-bondong mengikuti May Day yang titik kumpulnya kemungkinan besar akan kita kumpulkan terpusat di Cito di Jalan Ahmad Yani,”terangnya.

Sementara karena jumlah massa buruh yang mencapai puluhan ribu orang, Ahmad Fauzi menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat pengguna jalan di Surabaya jika akan terjadi kemacetan.

“Seperti biasa, izin kami sebagai ketua KSPSI Jatim dan ketua Gesper, kami menyampaikan bahwa Jalan Ahmad Yani sekitar jam dua atau jam tiga siang akan tumpah ruah massa kemudian Jalan raya buntu dan lain-lain, teriring doa kami mohon maaf sebesar-besarnya bahwa apabila ada kemacetan di sana-sini ya masyarakat Jawa Timur khususnya di Surabaya untuk itu kami mohon maaf sebesar-besarnya atas terganggunya lalu lintas pada hari itu karena mereka buruh yang memperingati May Day, kami bukan bermaksud show, bukan kami bermaksud hura-hura, tetapi kami sekali lagi ,kalau bukan kami yang melaksanakan lalu siapa lagi,” jelasnya.

Sementara terkait tuntutan yang akan diusung dalam aksi May Day di Jawa Timur khususnya di Surabaya yakni terkait hapus pengenaan pajak atas gaji buruh, pemerintah harus membentuk Undang-Undang Ketenagakerjaan, keluar dari Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibuslaw.

“Tuntutanya banyak ada yang ke Jakarta itu mohon maaf buruh pekerja masih dipajaki , gaji 10 juta mau dipajaki , buruh pekerja yang sudah menuntut 1 Mei yang lalu kita meminta sikap kejelasan pemerintah terhadap keputusan Mahkamah Konstitusi bahwa maksimal dua tahun pemerintah harus membentuk Undang-Undang ketenagakerjaan keluar dari Undang-Undang ciptakerja atau Omnibuslaw,” terangnya.

Namun demikian khusus tuntutan di Jawa Timur bahwa afirmasi anak buruh anak pekerja untuk penerimaan SMK dan SMA negeri agar tidak diberi embel-embel syarat menyertakan surat keterangan miskin.

“Kuota afirmasi buruh untuk penerimaan siswa SMA,SMK berjumlah 5% maka jangan ditambahkan persyaratan yang macam-macam, antara lain yakni buruh harus mendapat kartu miskin dan lain sebagainya, yang namanya buruh ya itu buruh masak buruh tidak boleh, mohon maaf katakan tidak boleh kaya ,yang lain dong jangan dipersulit denganpersyaratan-persyaratan yang macam-macam, yang penting dia buruh bekerja dimana punya kartu SPSI atau kartu serikat pekerja yang lainya ya sudahlah itu buruh jangan ditambah-tambahi yang lain , saya rasa itu,”tambahnya.

Adapula tuntutan terkait penghapusan Outsorching yang saat ini masih terus diperjuangkan.

“Lagi bertahap, sedang kami suarakan di seluruh Indonesia , mudah-mudahan Presiden Republik Indonesia juga mendengar meskipun harus susah payah, meskipun kita memahami tapi kami tetap berjuang untuk itu,” tutupnya. (Why)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *