BERITA TERBARU

  • TPS Pastikan Kelancaran Operasional Menjelang Idul Fitri 1447 H

    TPS Pastikan Kelancaran Operasional Menjelang Idul Fitri 1447 H

    Kesiapan PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memasuki Idul Fitri (Foto: TPS)

    Surabaya, kabarfokus.id

    PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memastikan kesiapan operasional menghadapi periode Idul Fitri 1447 H melalui serangkaian langkah antisipatif yang mencakup pengaturan sandar kapal, kesiapan peralatan, penguatan SDM dan koordinasi lintas stakeholder terkait.

    TPS menerapkan Berth Allocation Strategy guna mempercepat proses sandar dan bongkar muat, serta mengoptimalkan pemanfaatan Integrated PnC (Planning and Control) sebagai pusat koordinasi operasional. Perusahaan juga menyiapkan peralatan bongkar muat, termasuk pengoperasian E‑RTG baru, untuk mendukung kelancaran arus receiving dan delivery.

    Penguatan kesiapan internal dilakukan melalui optimalisasi tenaga kerja, sarana dan fasilitas, pengaturan traffic control dan penegakan standar keselamatan kerja (HSSE). Koordinasi intensif dibangun bersama Bea Cukai, Karantina, Kepolisian serta pelaku usaha terkait untuk memastikan layanan terminal tetap berjalan tanpa hambatan sepanjang periode puncak.

    Senior Vice President Operasi Terminal, Didik Kurniawan, menyampaikan bahwa kesiapan menyeluruh menjadi kunci kelancaran operasional selama periode Lebaran.

    “Kami melakukan penataan jadwal sandar, penguatan peralatan serta peningkatan koordinasi dengan seluruh pihak. Tujuannya jelas, untuk memastikan aktivitas bongkar muat berlangsung tertib, aman dan tepat waktu meski terjadi peningkatan trafik,” ujarnya.

    Sebagai bagian dari mitigasi lonjakan aktivitas, TPS menyusun forecast BOR (Berth Occupancy Ratio) dan YOR (Yard Occupancy Ratio) serta menyiapkan pengaturan lapangan penumpukan melalui penggunaan Flexible Block, buffer block hingga pemanfaatan blok tambahan seperti W1–W4 dan area railway.

    Pelaksanaan PLP (Pemindahan Lokasi Penimbunan) juga akan dilakukan bekerja sama dengan Bea Cukai dan depo PLP. Saat ini kondisi YOR TPS masih dalam batas aman, yakni rata-rata 50,7%, dimana YOR impor 47,86% dan YOR ekspor 53,61%.

    TPS menegaskan komitmennya untuk menjaga kelancaran arus logistik nasional melalui pelayanan terminal yang aman, terukur dan responsif, terutama pada periode Lebaran. (AZ)

  • PT Terminal Petikemas Surabaya Perkuat Layanan Logistik Melalui Pembaruan Operasional dan Alat Bongkar Muat Handal

    PT Terminal Petikemas Surabaya Perkuat Layanan Logistik Melalui Pembaruan Operasional dan Alat Bongkar Muat Handal

    TPS perkuat layanaan melalui serangkaian pembaruan operasional dan penambahan fasilitas baru. (Foto: TPS)

    Surabaya, kabarfokus.id

    PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat perannya dalam meningkatkan kelancaran arus logistik nasional melalui serangkaian pembaruan operasional dan penambahan fasilitas baru.

    Dalam sebuah forum silaturahmi dan dialog yang berlangsung pada akhir bulan lalu di Gedung Administrasi TPS, Direktur Utama TPS, Wahyu Widodo, Direktur Operasi TPS, Noor Budiwan, serta Ketua DPW Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur, Sebastian Wibisono, menyampaikan bahwa hadirnya alat bongkar muat baru diproyeksikan dapat mendorong efisiensi logistik dan peningkatan kunjungan kapal secara bertahap.

    Sebagai upaya menjaga keseimbangan layanan di Pelabuhan Tanjung Perak, sebagian unit Container Crane (CC) juga dialokasikan ke Terminal Berlian. Langkah ini diharapkan dapat menghadirkan distribusi layanan yang lebih merata dan mendukung kelancaran operasional di kawasan pelabuhan.

    Menurut Sebastian Wibisono, pembaruan fasilitas ini memberikan angin segar bagi para pelaku logistik. Hampir seluruh peralatan bongkar muat kini merupakan unit baru yang siap mendukung proses pelayanan secara optimal.

    Ditambah lagi dengan adanya fasilitas tambahan seperti area fumigasi dan alat pemindai baik ekspor maupun impor yang telah dioperasikan, sehingga pemeriksaan barang dapat dilakukan dengan lebih cepat dan terintegrasi.Direktur Utama TPS, Wahyu Widodo, menegaskan pentingnya keterbukaan informasi.

    “TPS berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang transparan, modern dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa. Melalui website resmi TPS (web access), seluruh aktivitas operasional dapat dipantau secara real time,” ungkapnya.

    Ketua DPW ALFI Jawa Timur, Sebastian Wibisono, dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan apresiasi atas kesiapan fasilitas dan ritme kerja TPS yang dinilai semakin solid.

    “Sinergi antara pelaku usaha dan pengelola terminal menjadi kunci dalam menjaga kelancaran arus logistik di Jawa Timur,” ungkap Wibi, panggilan akrabnya.

    Direktur Operasi, Noor Budiwan, menambahkan bahwa TPS telah menerapkan pengaturan ritme kerja yang lebih adaptif, termasuk strategi pengendalian antrian jelang periode lebaran. Penyesuaian pola kerja saat sahur dan buka puasa diterapkan untuk memastikan kelancaran operasi.

    “Berkat komunikasi yang intensif dan koordinasi antarpihak, jumlah keluhan eksternal menurun signifikan. Selain itu, pemantauan terhadap forecast ekspor dan impor dilakukan secara berkala untuk memastikan fleksibilitas penggunaan area Container Yard (CY), baik inbound (peti kemas masuk) maupun outbound (peti kemas keluar)”, ujarnya.

    Noor juga menambahkan bahwa TPS telah kedatangan total 14 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) dalam tiga batch. Saat ini, empat unit RTG telah resmi beroperasi dan akan menyusul sepuluh RTG lainnya secara berthap sehingga memberikan kontribusi pada kelancaran layanan.

    Pada akhir bulan April nanti, TPS juga akan kedatangan 4 CC yang baru yang rencananya akan dioperasikan pertengahan tahun 2026.Dengan kedatangan alat baru ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja operasional sehingga layanan menjadi lebih efisien, mempersingkat waktu sandar kapal dan membuka peluang peningkatan terminal handling capacity. (AZ)

  • TPS Perkuat Komunikasi dan Kolaborasi Bersama Pelanggan Melalui Pertemuan Bulanan Spesial Ramadhan 2026

    TPS Perkuat Komunikasi dan Kolaborasi Bersama Pelanggan Melalui Pertemuan Bulanan Spesial Ramadhan 2026

    TPS gelar agenda koordinasi dan komunikasi rutin bersama Pelanggan, khususnya Perusahaan Pelayaran (Foto: TPS)

    Surabaya, kabarfokus.id

    Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali menggelar agenda koordinasi dan komunikasi rutin bersama Pelanggan, khususnya Perusahaan Pelayaran, yang selama ini dilaksanakan setiap bulan. Khusus di momentum Ramadhan 2026 ini, pertemuan digelar secara spesial sebagai wujud komitmen TPS untuk menjaga sinergi operasional serta keterbukaan informasi kepada seluruh pengguna jasa. Pertemuan ini dilaksanakan pada Rabu (25/2) di Ruang Toba, Gedung Customer Service Lantai 2 TPS.

    Dalam forum tersebut, TPS tidak hanya menyampaikan evaluasi kinerja operasional terbaru, tetapi juga memberikan sejumlah pembaruan penting yang dinantikan oleh Pelanggan, antara lain 1) Progres elektrifikasi Rubber Tyred Gantry (RTG), 2) Kedatangan peralatan bongkar muat utama (RTG dan Container Crane/CC), 3) Rencana penjadwalan relokasi alat pasca kedatangan empat unit CC baru, 4) Deployment peralatan bongkar muat baru di area operasional TPS.

    Seluruh perkembangan terkait program peremajaan peralatan bongkar muat utama akan terus diperbarui secara berkala. Dengan demikian, Pelanggan dapat menyesuaikan perencanaan operasional mereka, sementara TPS memastikan bahwa pelayanan tetap optimal dan sejalan dengan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

    TPS menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Pelanggan atas dukungan yang telah diberikan selama ini. Komunikasi intensif dan kolaborasi yang terjalin dinilai menjadi kunci keberhasilan program peremajaan alat, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas serta membuka peluang bisnis yang lebih luas bagi semua pihak.

    Sejalan dengan komitmen TPS terhadap layanan prima dan prinsip Pelindo Bersih, TPS juga kembali mengingatkan seluruh Pelanggan mengenai prosedur penanganan klaim serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).

    Penyampaian ini dilakukan sebagai penyegaran berkala untuk memastikan bahwa keseluruhan proses layanan—mulai dari petikemas diterima, diproses, dimuat ke kapal, hingga meninggalkan TPS—berjalan dengan standar yang tinggi. Termasuk apabila muncul klaim, mekanisme penyelesaian disiapkan secara transparan dan terukur.

    Sebagai bagian dari upaya keberlanjutan usaha dan penguatan nilai anti korupsi, anti gratifikasi dan anti pungutan liar, TPS juga menegaskan kembali implementasi Pelindo Bersih. Pembatasan interaksi tatap muka antara petugas TPS dan Pelanggan terus diperkuat melalui berbagai inovasi layanan digital yang telah terbukti mempercepat proses, meningkatkan transparansi, serta mempermudah penelusuran dokumen secara terukur.

    Dalam menjaga integritas layanan, TPS menyediakan berbagai kanal pelaporan resmi untuk menangani indikasi pelanggaran terhadap komitmen Pelindo Bersih. TPS memberikan jaminan penuh bahwa identitas pelapor akan tetap terlindungi secara aman.

    “Pertemuan dengan Pelanggan merupakan ruang strategis bagi kami untuk memastikan bahwa setiap proses operasional berjalan selaras dengan kebutuhan pengguna jasa. Terlebih di bulan Ramadhan ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh update penting mengenai peremajaan alat, perubahan operasional, hingga penerapan Pelindo Bersih tersampaikan dengan baik dan dapat dipahami secara menyeluruh,” ungkap Erika Asih Palupi, Sekretaris Perusahaan TPS.

    “Transparansi dan keterbukaan informasi adalah fondasi tata kelola yang baik di TPS. Dukungan Pelanggan selama ini sangat berarti bagi kami, terutama dalam menyukseskan program peremajaan peralatan bongkar muat. Kami percaya bahwa kolaborasi yang terus terjaga akan menghadirkan layanan yang lebih produktif, efisien dan berdaya saing,” Tutup Erika. (AT)

  • Developer Perum Maharaja Residence Menganti Tegaskan  Penyebab Banjir Bukan Dari Proyek Pembangunan Perumahan

    Developer Perum Maharaja Residence Menganti Tegaskan Penyebab Banjir Bukan Dari Proyek Pembangunan Perumahan

    Konferensi Pers Developer Perum Maharaja Menganti Gresik, (Foto: kabarfokus.id)

    Gresik, kabarfokus.id

    Adanya isu miring yang berkembang di sosial media terkait banjir di kawasan perumahan Maharaja Residence Menganti Gresik, ditanggapi secara positif oleh PT Korona Wijaya Indonesia (KWI) selaku developer.

    Direktur PT KWI, Adi Sucipto menggelar jumpa pers yang digelar pada Kamis, (26/02/26) di Komplek Maharaja Residence Desa Bringkang Kecamatan Menganti Gresik Jawa Timur.

    Adi Sucipto mengatakan sebagai developer terpercaya yang membangun perumahan Maharaja Residence Menganti, PT KWI sangat menjaga kredibilitas dan komitmen terkait tata kelola lingkungan agar memberikan rasa aman dan nyaman bagi penghuni. Sekaligus, memberikan dampak berkelanjutan.

    “Terkait isu banjir yang sempat terjadi beberapa waktu lalu, kami menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan disebabkan oleh kesalahan pembangunan dari pihak developer,” kata Adi.

    Menurut Adi, peristiwa tersebut merupakan dampak dari kondisi cuaca ekstrim dan perubahan iklim dengan curah hujan yang sangat tinggi. Hal tersebut juga terjadi di berbagai wilayah pada periode yang sama. Sehingga, beberapa wilayah termasuk Maharaja Residence mengalami banjir. Namun, hal itu tidak berlangsung lama air sudah langsung berangsur angsur surut.

    Perlu diketahui, Maharaja Residence merupakan kawasan perumahan yang dikembangkan dengan konsep modern green living society. Proyek ini berdiri di atas lahan kurang lebih 4,5 hektar, dengan total rencana pengembangan lebih dari 350 unit, di mana sekitar 200 unit telah terbangun.

    “Dari sisi kesiapan kawasan, Maharaja Residence telah didukung jaringan utilitas esensial bagi warga, termasuk air PDAM, listrik PLN, serta layanan internet Telkom,” terangnya. Selain itu, lanjut Adi, beberapa fasilitas yang telah terbangun dan dapat dinikmati penghuni antara lain one gate system, keamanan 24 jam, bird park, kids playground, jogging track, taman, dan fasilitas pendukung lainnya.

    “Secara lokasi, kawasan kami juga berada di posisi yang cukup strategis, sekitar 20 menit dari Citraland Surabaya dan kurang lebih 15 menit menuju akses tol KLBM maupun tol Sumo,” tandasnya.

    Pihak Developer memahami kejadian banjir tersebut tidak diinginkan oleh siapa pun. Namun demikian, sebagai bentuk tanggung jawab, PT KWI langsung menanggapi dengan melakukan berbagai langkah mitigasi di lapangan.

    Selain telah membuatkan saluran pembuangan air (Got) sesuai SOP dan membangun bendungan (Dam) kecil seperti sungai, developer juga Melakukan pengadaan empat pompa diesel, peninggian dinding dan pondasi sungai, penguatan pondasi pagar keliling yang berfungsi sebagai tanggul, serta peninggian area gate.

    “Selain itu, kami juga berkoordinasi secara intensif dengan Kelurahan, Kecamatan, dan Dinas PU terkait untuk melakukan pembersihan dan normalisasi Sungai,” tegas Adi.

    Dengan langkah-langkah strategis tersebut, hingga saat ini meskipun hujan deras masih terjadi, tidak ada lagi air yang masuk maupun banjir di dalam kawasan Maharaja Residence. Sistem aliran air, baik di dalam Perum maupun di luar Perum kini berjalan jauh lebih baik dan terkendali.

    Melalui kesempatan ini, pihak developer PT KWI berharap klarifikasi ini dapat memberikan gambaran yang lebih utuh dan objektif kepada publik.

    Ditempat yang sama, Kasi Tratib (Ketentraman dan Ketertiban) dari Kecamatan Menganti, Anas Arofiq mengatakan bahwa banjir adalah tanggung jawab bersama, jadi bukan hanya pihak developer aja. Karena banjir di kawasan menganti diduga disebabkan adanya saluran air dan sungai yang tersumbat akibat sampah menumpuk.

    “Warga diharapkan juga sama-sama menjaga kesadaran, dengan memelihara kebersihan selokan air, sungai dan lainnya. Karena kita sudah sering melakukan pengerukan untuk mencegah banjir dan pendangkalan. Tapi yang penting semua komitmen dan konsisten untuk sama sama menjaga kebersihan, untuk mencegah banjir” Ujar Anas.

    Sementara itu salah warga perumahan Maharaja Menganti, Yusuf Maulana, mengaku pihaknya sudah rutin melakukan kerja bakti untuk membersihkan saluran air perumahan. Warga juga rajin untuk mengecek seluruh lokasi dan area yang diduga menjadi penyebab banjir.

    “Kami selalu aktif membantu developer dalam menjaga kebersihan lingkungan. Agar aliran air lancar dan tidak menyebabkan banjir di wilayah perumahan”. Tutup Yusuf. (AZ)

  • Kejati Jatim SP3 Perkara Guru Honorer Rangkap Jabatan di Probolinggo

    Kejati Jatim SP3 Perkara Guru Honorer Rangkap Jabatan di Probolinggo

    Aspidsus Kejati Jatim Wagiyo Didampingi Kasi Penkum Adnan Saat Memberikan Keterangan Pers. (Foto: Tama)

    Surabaya, kabarfokus.id

    Kejaksaan Tinggi Jawa Timur memutuskan untuk menghentikan proses hukum, atau SP3, seorang guru honorer di Probolinggo, berinisial MMH yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Probolinggo, dalam perkara rangkap jabatan sebagai Pendamping Lokal Desa (PLD).

    Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Wagiyo SH MH mengatakan, sejak awal perbuatan tersangka MMH telah memenuhi unsur perbuatan melawan hukum. Menurutnya, tersangka memalsukan keadaan untuk memperoleh kedudukan sebagai Pendamping Lokal Desa (PLD).

    “Perbuatan melawan hukumnya pertama adalah pemalsuan. Yang bersangkutan sebenarnya berstatus guru tidak tetap, tetapi menyatakan bukan guru untuk mendapatkan kedudukan tertentu. Itu perbuatan melawan hukum,” kata Wagiyo, dalam keteranganya di kantor Kejati Jatim, Rabu (25/2/26).

    Dia menjelaskan, tindakan MMH kemudian berlanjut pada penerimaan manfaat yang saling berkaitan yang berakibat menimbulkan kerugian keuangan negara. Oleh karenanya, perkara ini dinyatakan sebagai tindak pidana korupsi dan bukan pidana umum.

    “Ini pidana khusus dari awal karena akibat perbuatan melawan hukum itu terjadi kerugian keuangan negara sebesar Rp 118 juta,” ujarnya.

    Meski demikian dalam perkara ini Kejaksaan memutuskan menangguhkan penahanan tersangka sejak pekan lalu. Satu diantara yang menjadi pertimbangan adalah telah dilakukannya pemulihan kerugian keuangan negara.

    “Pada Senin kemarin, tersangka melalui keluarganya telah mengembalikan seluruh kerugian keuangan negara,” kata Wagiyo.

    Selain pemulihan kerugian, kejaksaan juga mempertimbangkan rasa keadilan di masyarakat serta perkembangan pemberitaan. Wagiyo menyebut perkara ini bermula dari laporan masyarakat, sehingga aspirasi publik turut menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

    “Kami mempertimbangkan kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan. Unsur pidananya tetap terpenuhi, tetapi ada pertimbangan lain yang kami nilai,” ujarnya. (Tama)

  • TPS ESG Journey: Kolaborasi Bersama Pengguna Jasa Demi Menguatkan Keberlanjutan Bank Sampah Gotong Royong

    TPS ESG Journey: Kolaborasi Bersama Pengguna Jasa Demi Menguatkan Keberlanjutan Bank Sampah Gotong Royong

    Bank Sampah Gotong Royong wujud nyata kolaborasi TPS bersama para pengguna jasa (Foto: TPS)

    Surabaya, kabarfokus.id

    PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak usaha dari Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung implementasi prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) melalui penyerahan kendaraan operasional bagi Bank Sampah “Gotong Royong” di RW 03 Kelurahan Perak Barat, Surabaya.

    Kendaraan operasional pengangkut sampah yang diserahkan kepada Bank Sampah Gotong Royong menjadi wujud nyata kolaborasi TPS bersama para pengguna jasa dalam memperkuat keberlanjutan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

    Dukungan ini merupakan hasil dari kebersamaan dalam kegiatan Fun Trekking Move with Purpose yang diselenggarakan pada peringatan HUT ke-26 TPS tahun 2025, dimana setiap kilometer perjalanan peserta dikonversi menjadi sejumlah dana yang selanjutnya digunakan dalam kegiatan pelestarian lingkungan.

    Melalui semangat TPS ESG Journey with Customer, setiap langkah yang ditempuh bersama tersebut kini dihadirkan dalam bentuk dukungan konkret yang memberikan dampak langsung bagi warga. Kehadiran kendaraan operasional ini diharapkan mampu mempermudah proses pengumpulan sampah terpilah dari rumah ke rumah, atau nasabah bank sampah selain dari rumah warga, memperluas jangkauan layanan penjemputan dari nasabah hingga Bank Sampah di tingkat RT, serta memperlancar distribusi sampah ke gudang penyimpanan.

    Dengan operasional yang semakin optimal, Bank Sampah Gotong Royong diharapkan dapat meningkatkan volume sampah terpilah yang dikelola sekaligus menciptakan nilai ekonomi dan manfaat lingkungan yang lebih luas.Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menyampaikan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), khususnya pada pilar lingkungan.

    “Penyerahan kendaraan operasional ini menjadi kelanjutan dari semangat ESG Journey yang kami bangun bersama pelanggan dan stakeholder. Kami berharap fasilitas ini dapat semakin memperkuat kapasitas Bank Sampah Gotong Royong sebagai ruang bertumbuh sekaligus ruang kolaborasi menuju pengelolaan sampah yang lebih modern, produktif, ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujarnya.

    Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa setiap rangkaian ESG Journey tidak berhenti sebagai simbol komitmen, tetapi terus diupayakan menjadi aksi nyata yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh lingkungan dan masyarakat sekitar pelabuhan.

    “Bersama pelanggan dan masyarakat, kami ingin menumbuhkan lebih banyak langkah kebaikan—menjaga langit tetap biru dan lingkungan tetap hijau,” demikian Erika menambahkan.

    Bank Sampah Gotong Royong sendiri merupakan hasil kolaborasi TPS bersama Subholding Pelindo Terminal Petikemas yang diinisiasi sejak tahun 2024 melalui dialog partisipatif dengan warga. Program ini terus diperkuat melalui penyediaan fasilitas gudang, alat pres, pelatihan pengelolaan sampah, hingga integrasi dengan aplikasi Sistem Kelola Sampah (SIKELAPA).

    Melalui dukungan kendaraan operasional ini, program pengelolaan sampah di RW 3 Perak Barat diharapkan semakin berkembang, tidak hanya dalam meningkatkan kualitas lingkungan, tetapi juga membuka peluang manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa perjalanan ESG TPS tumbuh melalui kebersamaan—dari langkah yang ditempuh bersama, menjadi dampak yang dirasakan bersama. (AZ)

  • Flutter Fusion Conference 2026 di ISTTS: Pertemuan Pakar Google dunia Untuk Masa Depan AI, Cloud, dan Flutter

    Flutter Fusion Conference 2026 di ISTTS: Pertemuan Pakar Google dunia Untuk Masa Depan AI, Cloud, dan Flutter

    Gelaran Flutter Fusion Conference 2026, di Auditorium Institut STTS (ISTTS) Surabaya. (Foto: ISTTS)

    Surabaya, kabarfokus.com

    Ekosistem teknologi di Jawa Timur memasuki babak baru lewat gelaran FlutterFusion Conference 2026. Bertempat di Auditorium Institut STTS (ISTTS) Surabaya, Sabtu (21/2), konferensi ini menjadi titik temu ratusan developer, mahasiswa, dan praktisi industri untuk merespons cepatnya evolusi Artificial Intelligence (AI) dan pengembangan aplikasi mobile.

    Acara hasil kolaborasi GDGoC ISTTS, GDG Surabaya, dan komunitas Flutter Surabaya ini mengusung tema “The Vibe: Connection & Community”. Bukan sekadar seminar, ajang ini dirancang sebagai motor penggerak bagi talenta digital lokal agar mampu bersaing di level global melalui penguasaan teknologi Flutter, Cloud, dan kecerdasan buatan.

    “Kami menghadirkan FlutterFusion Conference sebagai ruang bertemunya ide murni dan kolaborasi nyata. Harapannya, ekosistem developer di Surabaya semakin solid dan mampu membuka peluang kerja sama yang lebih luas, baik di kancah nasional maupun internasional,” ujar Esther Irawati Setiawan, Google Developer Expert (GDE) AI/ML sekaligus Kepala Prodi Sistem Informasi Bisnis ISTTS.

    Konferensi ini menghadirkan barisan pembicara kelas dunia yang mengupas tuntas pergeseran paradigma dalam dunia pemrograman. Joshua De Guzman, GDE asal Filipina, memaparkan era baru Agentic Coding bagi pengguna Flutter dengan memanfaatkan Antigravity dan Gemini 3 Pro.

    Teknologi ini memungkinkan proses coding menjadi lebih intuitif dan otomatis.Isu keamanan juga menjadi sorotan utama. Haidar Zamzam dari CISDI membedah strategi mengamankan aplikasi Flutter di tengah ancaman siber yang kian canggih pada era AI.

    Sementara itu, Ibnu Sina Wardy memperkenalkan konsep Vibe Coding, sebuah pendekatan segar dalam membangun aplikasi yang lebih adaptif. Selain paparan teknis, FlutterFusion Conference 2026 menjadi babak final bagi para peserta FlutterFusion Competition. Para mahasiswa terpilih mempresentasikan karya inovatif mereka di depan dewan juri dan peserta umum.

    Sesi pitching ini membuktikan bahwa inovasi berbasis Flutter bukan lagi monopoli perusahaan besar, melainkan sudah merambah ke riset-riset kampus yang solutif. Esther menambahkan bahwa sinergi antara akademisi dan praktisi seperti ini sangat krusial. Melalui kehadiran pakar seperti Joan Santoso yang membahas implementasi model AI pada perangkat (on-device ML) hingga Sidiq Permana yang mengulas Server Driven UI, peserta mendapatkan gambaran utuh mengenai standar industri saat ini.

    Dengan berakhirnya konferensi ini, Surabaya kembali mempertegas posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan teknologi di Indonesia yang siap mencetak inovator digital masa depan. (AZ)

  • Menagih Janji Bandara Bali Utara: Dari Puri Jambe ke Istana Negara

    Menagih Janji Bandara Bali Utara: Dari Puri Jambe ke Istana Negara

    Pembangunan Bandara Internasional Bali Utara belum terealisasi. (Foto: LG)

    Denpasar, kabarfokus.id

    Pertemuan itu dipandu Made Sutadana dan dihadiri antara lain Penglingsir Puri Agung Buleleng Anak Agung Ngurah Ugrasena, Penglingsir Puri Blahbatuh Anak Agung Kakarsana, Penglingsir Puri Agung Petak Cokorde Dibya, mantan Wakil Bupati Buleleng Gede Wardana, Ketut Mister, Gede Mahaputra, Jro Mangku Badra, serta tuan rumah Penglingsir Puri Jambe Anak Agung Rai Iswara.

    Hadir pula CEO PT BIBU Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo, inisiator proyek bandara yang selama satu dekade terakhir menjadi wacana besar pembangunan Bali Utara. Di ruang pertemuan yang sarat simbol sejarah itu, kegelisahan terasa nyata: janji Presiden Prabowo Subianto saat kampanye Pemilu Presiden 2024 untuk membangun bandara di Bali Utara telah dicatat resmi dalam dokumen negara, tetapi publik belum melihat tanda-tanda dimulainya pembangunan.

    Sudah Masuk RPJMN, Tapi Belum Groundbreaking

    Secara administratif, pembangunan Bandara Bali Utara telah tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Dokumen itu ditandatangani Presiden pada Februari 2025 dan memasukkan proyek bandara sebagai bagian dari strategi penguatan konektivitas dan pemerataan pembangunan wilayah.

    Tak hanya bandara, RPJMN juga memuat rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Kubutambahan–Singapadu–Kintamani–Bangli–Denpasar sebagai dukungan infrastruktur utama. Skema ini dimaksudkan untuk membuka akses dari utara ke pusat ekonomi dan pariwisata di selatan.

    Namun hingga awal 2026, belum ada pengumuman jadwal groundbreaking, dan belum ada kepastian tahapan konstruksi. emerintah daerah menyebut pencantuman dalam RPJMN sebagai “arah kebijakan makro”, bukan keputusan teknis yang otomatis memulai proyek. Bagi warga Bali Utara, jawaban itu belum cukup. “Kami tidak lagi ingin sekadar wacana. Bandara Bali Utara bukan hanya proyek, tetapi kebutuhan strategis bagi Bali Utara dan seluruh Bali. Sudah saatnya janji itu direalisasikan dengan jadwal nyata,” ujar Anak Agung Ngurah Ugrasena, Penglingsir Puri Agung Buleleng.

    Bandara Ngurah Rai: Menuju Titik Jenuh

    Desakan pembangunan bandara baru bukan tanpa dasar. Bandara I Gusti Ngurah Rai di Tuban, Bali Selatan, saat ini melayani lebih dari 23–24 juta penumpang per tahun. Setelah pandemi, lonjakan wisatawan mancanegara kembali signifikan, dengan tingkat pemulihan mendekati bahkan melampaui angka pra-Covid.

    Kapasitas optimal bandara itu diperkirakan akan mencapai batas dalam beberapa tahun ke depan. Secara desain, Ngurah Rai memiliki keterbatasan fisik—hanya satu landasan pacu utama dan ruang ekspansi yang sangat terbatas karena berbatasan langsung dengan laut dan kawasan padat permukiman.

    Kepadatan penerbangan berdampak pada antrean pesawat, keterbatasan slot, serta risiko gangguan operasional ketika terjadi cuaca buruk. Di darat, kemacetan menuju dan dari bandara menjadi keluhan rutin wisatawan dan pelaku industri. Masalah ini bukan sekadar soal kenyamanan. Dalam konteks destinasi global, konektivitas udara adalah tulang punggung daya saing.

    Overtourism dan Tekanan Bali Selatan

    Persoalan Bali tidak berhenti pada bandara. Selama dua dekade terakhir, pembangunan pariwisata terpusat di selatan: Badung, Denpasar, Gianyar. Wilayah ini menyumbang mayoritas Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali. Sementara Bali Utara—Buleleng dan sekitarnya—berkontribusi jauh lebih kecil. Konsentrasi ini melahirkan fenomena overtourism: kondisi ketika jumlah wisatawan melampaui daya dukung lingkungan, sosial, dan budaya. Dampaknya nyata: Kemacetan kronis di Kuta, Seminyak, Canggu, dan Uluwatu, Lonjakan volume sampah dan tekanan terhadap sistem pengelolaan limbah, Krisis air bersih di beberapa kawasan hotel, Alih fungsi lahan produktif menjadi akomodasi dan vila.

    Dalam beberapa tahun terakhir, sorotan internasional juga tertuju pada peningkatan kasus kriminalitas yang melibatkan wisatawan asing, termasuk pelanggaran hukum, penyalahgunaan izin tinggal, hingga keterlibatan dalam jaringan kejahatan lintas negara.

    Pemerintah daerah bahkan sempat membentuk satuan tugas khusus untuk menertibkan perilaku wisatawan yang melanggar norma dan hukum lokal.Secara sosial, harga tanah dan biaya hidup di Bali Selatan meningkat tajam, memicu ketegangan sosial dan mempersempit ruang hidup masyarakat lokal.

    Ketimpangan Utara–Selatan dan Migrasi Tenaga Kerja

    Sementara Bali Selatan tumbuh pesat, Bali Utara tertinggal dalam arus investasi dan peluang kerja. Banyak angkatan kerja dari Buleleng dan sekitarnya memilih merantau ke Denpasar dan Badung untuk bekerja di sektor perhotelan, restoran, dan jasa pariwisata.

    Migrasi ini membawa dua konsekuensi:

    1. Penumpukan penduduk di selatan yang semakin membebani infrastruktur.

    2. Perlambatan ekonomi lokal di utara karena tenaga produktif berpindah.

    “Ini bukan soal ego wilayah, tetapi soal pemerataan pembangunan. Selama ini Bali terlalu berat ke selatan. Bandara di utara akan meratakan peluang,” kata Gede Wardana, mantan Wakil Bupati Buleleng.

    Bandara baru di utara diyakini akan menjadi katalis ekonomi: membuka hotel, kawasan industri pariwisata, logistik, hingga pusat UMKM berbasis budaya dan pertanian lokal.

    Skema Investasi: Tanpa APBN

    Proyek Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) yang diinisiasi PT BIBU Panji Sakti nantinya tidak menggunakan dana APBN maupun APBD. Pendanaan disebut murni dari investasi swasta dan konsorsium internasional. Nilai investasi yang beredar di publik mencapai sekitar US$3 miliar atau setara kurang lebih Rp50 triliun.

    Penandatanganan kerja sama investasi disebut berlangsung di Beijing antara PT BIBU dan perusahaan konstruksi asal Tiongkok, ChangYe Construction Group.Selain itu, proyek ini juga disebut melibatkan perusahaan dari Australia dan Korea Selatan, serta BUMN Indonesia seperti PT LEN Industri, PT Dirgantara Indonesia, dan PT Garuda Daya Pratama Sejahtera dalam ekosistem pendukung.

    Dari sisi desain, bandara dirancang memiliki dua landasan pacu internasional, Terminal penumpang lebih dari 200.000 meter persegi, Kapasitas awal sekitar 20 juta penumpang per tahun, Terminal kargo dengan kapasitas ratusan ribu ton per tahun. Konsep berbasis filosofi Tri Hita Karana.

    Erwanto menegaskan kesiapan pihaknya. “Kami siap – secara teknis, desain, dan investasi. Semua kajian sudah kami siapkan. Yang kami tunggu sekarang adalah kepastian kebijakan dan penetapan lokasi resmi dari pemerintah,” ujarnya.

    Menurut Erwanto lagi, proyek ini diproyeksikan dapat membuka hingga 200 ribu lapangan kerja, langsung maupun tidak langsung, dari fase konstruksi hingga operasional.

    Dimensi Politik dan Kepercayaan Publik

    Masuknya proyek dalam RPJMN memberi legitimasi formal. Namun tanpa langkah konkret, legitimasi itu bisa berubah menjadi sumber skeptisisme publik.

    “Pembangunan harus didorong oleh data dan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar peta politik. Tanpa kepastian lokasi dan groundbreaking, kepercayaan publik akan terus menipis,” kata Anak Agung Rai Iswara, tuan rumah pertemuan di Puri Jambe.

    Dalam sistem perencanaan nasional, RPJMN adalah dokumen arah kebijakan lima tahunan. Tetapi pelaksanaan proyek strategis tetap memerlukan penetapan lokasi, studi kelayakan final, izin lingkungan, dan kepastian skema pembiayaan.Tanpa tahapan itu, bandara hanya akan menjadi catatan dalam buku perencanaan.

    Keniscayaan atau Sekadar Wacana?

    Bagi banyak tokoh Bali Utara, pembangunan bandara bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan. Argumentasinya sederhana:

    1. Kapasitas Bandara Ngurah Rai terbatas dan menuju jenuh.

    2. Overtourism di selatan telah melampaui daya dukung.

    3. Ketimpangan pembangunan utara–selatan perlu dikoreksi.

    4. Investasi swasta telah menyatakan kesiapan.Pertanyaannya kini bukan lagi “perlu atau tidak”, tetapi “kapan dan bagaimana”.

    Pertemuan di Puri Jambe mungkin tidak menghasilkan keputusan resmi. Namun ia merekam satu hal penting: ada suara kolektif dari akar budaya Bali yang meminta keseimbangan pembangunan.

    Jika janji kampanye telah masuk dokumen negara, publik kini menunggu tanda paling konkret dari sebuah komitmen politik: tanggal dan alat berat pertama yang menyentuh tanah Bali Utara.Sampai saat itu tiba, Bandara Bali Utara tetap berdiri sebagai gagasan besar – yang terus dinanti untuk menjadi kenyataan. (LG)

  • BPKH Jamin Dana Haji Calon Jemaah Aman Sampai Keberangkatan

    BPKH Jamin Dana Haji Calon Jemaah Aman Sampai Keberangkatan

    Ahmad Zaky, Sekretaris Badan BPKH (Kiri: Foto: Tama)

    Surabaya, kabarfokus.id

    Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menjamin dana yang telah disetorkan oleh jemaah calon haji aman hingga keberangkatan. Berdasarkan data BPKH , dari 5,5 juta jemaah calon haji yang mendaftar dan menitipkan uangnya, BPKH mengelola dana sebesar 108 triliun rupiah.

    Sekertaris Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) , Ahmad Zaky menjelaskan, dari dana 108 triliun rupiah tersebut telah mendapatkan jaminan keamanan.

    “Nah dari jumlah tersebut masyarakat perlu mengetahui bahwa semuanya dikelola dengan akuntabel, berbasis syariah, dan transparan,” jelasnya dalam acara Annual Media Outlook BPKH 2026 di Surabaya, Jumat (13/02).

    Zaky menerangkan, dana haji yang telah disetorkan calon jemaah, diletakkan pada Bank dalam bentuk penempatan yang telah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta dalam bentuk investasi sukuk ke dalam Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara.

    Instrumen ini bertujuan mendapatkan imbal hasil optimal secara syariah untuk subsidi biaya haji (BPIH) dan aman karena dijamin pemerintah. Yang bertujuan memaksimalkan nilai manfaat dana haji, menekan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), dan meningkatkan kualitas layanan jemaah.

    “Masyarakat banyak yang belum memahami bahwa mereka sebenarnya bisa menelusuri setoran awal 25 juta itu setiap tahun dua kali, mereka mendapatkan nilai manfaat atau bagi hasil yang mereka bisa cek melalui aplikasi BPKH,” terang Zaky.

    Sementara itu berdasarkan kebijakan terbaru, dari Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji sebesar Rp 87.409.366 , tahun 2026 ini para jemaah haji reguler hanya membayar 62% , atau sebesar Rp 54.193.807 . Sedangkan 38% sisanya berasal dari nilai manfaat dari uang 5,5 juta calon jemaah haji yang dikelola oleh BPKH.

    “Itu dari uang 5,5 juta jemaah yang kita kelola dan itulah yang kita pakai untuk mensubsidi dan menggenapi biaya haji yang telah ditentukan,” tutupnya. (Tama)

  • BRI Kusuma Bangsa Rawat Sinergi Antar Lembaga Lewat Laga Mini Soccer

    BRI Kusuma Bangsa Rawat Sinergi Antar Lembaga Lewat Laga Mini Soccer

    Laga persahabatan mini soccer BRI Kusuma Bangsa bersama KAI Daop 8 Surabaya (Foto: BRI)

    Surabaya, kabarfokus.id

    Di tengah padatnya aktivitas perbankan dan layanan transportasi publik, sinergi antar lembaga kini mulai merambah ke lapangan hijau. Fenomena sport-networking atau membangun jejaring melalui olahraga menjadi strategi jitu untuk mencairkan persahatan lintas sektor.

    Langkah itu pun dilakukan oleh BRI Regional Office (RO) Surabaya melalui Branch Office (BO) Kusuma Bangsa dengan menggelar laga persahabatan mini soccer bersama KAI Daop 8 Surabaya.

    Pertandingan yang berlangsung di Brilian Stadium pada Selasa (10/2/2026) ini bukan sekadar mengejar skor, melainkan menjadi jembatan diplomasi korporasi yang lebih santai namun efektif.

    Pimpinan Cabang BRI Surabaya Kusuma Bangsa, Yanri Eka Putra, menyebut bahwa kolaborasi di luar jam kantor sangat penting untuk menjaga hubungan baik dengan para pemangku kepentingan. Menurutnya, interaksi sosial di lapangan olahraga seringkali membuka ruang komunikasi yang lebih luwes dibanding di meja rapat.

    “Kami sengaja memilih mini soccer sebagai ajang membangun silaturahmi dengan tim KAI Daop 8 Surabaya. Semangat dan kebersamaan yang muncul di lapangan ini adalah modal penting bagi hubungan profesional kami ke depan,” ujar Yanri.

    Riset menunjukkan bahwa aktivitas fisik bersama dalam lingkungan korporasi mampu meningkatkan hormon oksitosin yang berdampak pada penguatan kepercayaan (trust) antarlembaga.

    Di era transformasi saat ini, kolaborasi lintas sektor seperti yang dilakukan BRI dan KAI menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem kerja yang lebih solid.Yanri menambahkan, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan interaksi sosial yang sehat antara insan BRI dan KAI.

    Dengan suasana yang penuh sportivitas, diharapkan hambatan komunikasi antarinstansi dapat diminimalisir.

    “Harapannya, melalui kegiatan ini akan tercipta nilai-nilai kebersamaan yang lebih kokoh. Hubungan antarlembaga pun tidak lagi sekadar urusan administratif, tapi sudah menjadi kemitraan yang berbasis hubungan baik secara personal maupun profesional,” tambahnya.

    Laga ini diakhiri dengan sesi ramah tamah, menegaskan bahwa di balik persaingan di lapangan, terdapat misi besar untuk terus merawat sinergi demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia. (AZ)