Home / ROMAN PINGGIRAN

Jumat, 26 Desember 2025 - 17:35 WIB

Tetap Berupaya dan Berdoa, Semoga Ditata Yang Terbaik Oleh Sang Maha Penata Kehidupan

Roman Pinggiran, Ujung Desember 2025

Sebuah kehidupan yang kadang tidak bisa diukur sesuai dengan patokan seseorang tapi harus diukur dengan alat ukur orang lain. Kadang menyamakan masalah atau seseorang dengan apa yang menimpa.

Padahal tidak semua hanya diukur dengan penggaris atau termometer diri sendiri tapi juga orang lain. Ini adalah momen akhir tahun 2025 yang bisa menjadi bahan untuk melakukan evaluasi tentang apa yang menjadi pemikiran diri.

Tentang apa-apa yang harus diperbaiki yang harus dikoreksi yang harus dibenahi untuk tahun depan yang lebih baik. Ada salah satu pepatah dari temanku yang mengatakan bahwa setidaknya kita harus melangkah satu langkah, dua langkah, atau tiga langkah, tapi kita tetap bisa berdiri tegak di atas bumi.

Baca Juga  Roman Pinggiran 4: Merasa "Taman" Orang Lain lebih Indah

Daripada kita berjalan cepat atau berlari secepat mungkin. Namun nantinya akan jatuh tersungkur dan tidak bisa berdiri lagi. Atau memilih berjalan secepat mungkin atau berlari secepat mungkin tapi harus mengetahui resikonya jika jatuh atau tersungkur dapat berdiri lagi. Jangan sampai jatuh dan tersungkur, namun kemudian menyerah dan tidak mau berdiri lagi.

Karena hidup adalah tentang usaha tentang ketekunan tentang ketelatenan tentang banyak belajar dan mempelajari kemudian baru berdoa dan bertawakal. Dan perkara hasilnya tentu itu bukan ranah manusia karena sudah menjadi kuasa atau kewenangan sang Maha penguasa.

Seperti takdir yang manusia tidak bisa menentukan. Atau mungkin mengubah takdir kecuali atas kuasa Yang Maha penentu takdir. Namun setidaknya harus punya keinginan atau tujuan untuk agar bisa melangkah sesuai apa yang diinginkan. Merencanakan, melakukan, melangkah menuju tujuan, sambil terus berdoa dan berharap Tuhan menyelamatkan langkah kita untuk sampai ke tujuan.

Baca Juga  Musibah Ponpes Al Khoziny: Korban Meninggal Sudah 3 Orang

Kadang tidak sadar tiba-tiba berjalan di suatu tempat namun tahu-tahu sudah berjalan hingga sejauh itu. Karena manusia kadang antara pikiran keinginan dan tindakan tidak selaras atau tidak sejalan. Sehingga renungan diri atau penyadaran diri harus sering dilakukan agar agar tahu sejauh mana sampai atau berada.

Semoga Tuhan selalu melindungi dan selalu memberikan kasih sayang. Agar diberikan kesehatan dan hidup ini selalu ditata oleh Sang Maha Penata Kehidupan dan Pengatur Jagat Raya ini.

#Refleksi 2025

Share :

Baca Juga

ROMAN PINGGIRAN

Roman Pinggiran 3: “Misteri Rezeki Yang Berpaling Seketika”

ROMAN PINGGIRAN

Resolusi Tahun 2026: Hikayat Misteri Rezeki Keluar dari Perut Bumi atau Turun Dari Langit?

ROMAN PINGGIRAN

Roman Pinggiran 4: Merasa “Taman” Orang Lain lebih Indah

ROMAN PINGGIRAN

Roman Pinggiran 2: “Kata Sabar Hanya Untuk Orang Lain”

ROMAN PINGGIRAN

Roman Pinggiran 1: “Hati-Hati Berbicara Dengan Hati Kecil”