Kepala BNNP Jawa Timur, Brigjen Pol Budi Mulyanto (Foto: kabarfokus.id)
Surabaya, kabarfokus.id
BNN Provinsi Jawa Timur, pada 7 November 2025 lalu menggelar operasi di Kampung “Narkoba” Kunti Surabaya. Operasi gabungan BNNP Jatim, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pemkot Kota Surabaya, dan unsur TNI ini berhasil meringkus dua pelaku. Dengan barang bukti 11 poket sabu-sabu seberat 400 gram lebih serta barang bukti lainnya.
Selain itu petugas juga melakukan tes urine terhadap 50 pelajar SMP dan SMA yang berada di kawasan lokasi tersebut. Dan hasilnya cukup miris dan mengejutkan. Sebanyak 15 siswa SMP terbukti positif sebagai pengguna atau aktif konsumsi narkoba.
Brigjen Pol Budi Mulyanto, Kepala BNN Provinsi Jawa Timur menyebut kondisi ini sangat memprihatinkan kita semua. Karena menunjukkan penyalahgunaan narkoba sudah menjalar ke usia anak sekolah. Bahkan para pelaku nekat mengemas paket narkoba porsi sehemat mungkin, agar harganya bisa dijangkau oleh anak-anak dan remaja.
“Kami menegaskan, para pelajar ini tidak dianggap sebagai pelaku kejahatan melainkan korban yang harus kita sembuhkan. Untuk itu BNN akan melibatkan empat elemen utama dalam penanganan, yaitu anak, orang tua, sekolah dan lingkungan masyarakat. Keempatnya akan dikerjakan secara bersama melalui pendekatan soft power, medium power, hingga hard power.” Ujar Brigjen Budi
Jadi upaya penindakan di Jalan Kunti tidak hanya berhenti pada penangkapan. Namun juga pembinaan dan rehabilitasi bagi pengguna termasuk para pelajar itu. Karena daerah tersebut sudah lama dikenal sebagai wilayah rawan penyalahgunaan narkoba. Sehingga memerlukan kerjasama semua pihak untuk membebaskan wilayah ini dari jaringan lingkaran setan narkoba.
BNN Jatim juga mendorong pendekatan edukatif di sekolah-sekolah agar pelajar tidak terjebak dalam penyalahgunaan obat terlarang ini. Kesadaran untuk sembuh diharapkan muncul dari diri sendiri, bukan sekadar karena penangkapan. (AZ)














