Home / RAGAM KABAR

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:03 WIB

Membaca “Benteng Pangan, Pertahanan Bangsa” di Tengah Geopolitik dan Krisis Global

Peluncuran Buku “Benteng Pangan, Pertahanan Bangsa” karya Joko Sukoyo (Foto: kabarfokus.id)

Jakarta, kabarfokus.id

“Benteng Pangan, Pertahanan Bangsa” karya Joko Sukoyo adalah buku penting yang hadir pada saat yang tepat. Di tengah dunia yang semakin bergejolak akibat krisis iklim, konflik geopolitik, dan disrupsi rantai pasok global, buku ini mengingatkan kita pada satu kebenaran mendasar: pangan bukan sekadar urusan produksi, melainkan fondasi kedaulatan dan pertahanan bangsa.

Keunggulan utama buku ini terletak pada kemampuannya meluruskan kekeliruan konseptual yang selama ini kerap terjadi dalam diskursus publik. Dengan bahasa yang jernih dan argumentasi yang kokoh, penulis membedakan secara tegas antara swasembada pangan, ketahanan pangan, keamanan pangan, dan kedaulatan pangan – empat istilah yang sering dipertukarkan secara serampangan, padahal memiliki makna, implikasi kebijakan, dan konsekuensi strategis yang sangat berbeda.

Baca Juga  Olimpiade Tahunan Unair Diikuti 6.206 Pelajar SMA-SMK dari 134 Kota Hingga Kuala Lumpur

Buku ini memberi pencerahan bahwa swasembada tidak otomatis berarti berdaulat, dan ketersediaan pangan tidak serta-merta menjamin ketahanan bangsa. Ketahanan pangan, sebagaimana ditunjukkan dalam buku ini, adalah sistem yang hidup, mencakup produksi, distribusi, akses, keterjangkauan, keberlanjutan, serta kemampuan negara bertahan menghadapi krisis.

Lebih jauh, kedaulatan pangan ditempatkan sebagai dimensi politik tertinggi, di mana bangsa berhak menentukan sistem pangannya sendiri tanpa tekanan eksternal. Yang membuat buku ini semakin relevan adalah keberaniannya menempatkan pangan sebagai bagian dari strategi politik global. Dalam dunia hari ini, pangan telah menjadi instrumen kekuasaan, sumber pengaruh, bahkan alat tekanan antarnegara.

Baca Juga  Angkutan Kapal Nataru: Sumringah Penumpang Cilik, Dapat Kejutan Manis Kado Boneka dari Petugas Pelabuhan

Dalam konteks inilah, buku ini secara tepat memosisikan ketahanan pangan sebagai bentuk pertahanan non-militer yang paling nyata dan paling mendasar. “Benteng Pangan, Pertahanan Bangsa” bukan sekadar bacaan popular-akademik, melainkan rujukan strategis bagi pembuat kebijakan, akademisi, pelaku usaha pangan, dan siapa pun yang peduli pada masa depan Indonesia.

Buku ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi mengubah cara pandang: bahwa menjaga pangan berarti menjaga keberlangsungan bangsa dan peradabannya. (LG)

Share :

Baca Juga

RAGAM KABAR

Mencicipi Nikmatnya 9 Sajian Nusantara di Kokoon Hotel Surabaya

RAGAM KABAR

Warga Antusias Serbu Pasar Sembako Murah

RAGAM KABAR

Liburan Keluarga Tak Harus Mahal: New Wisata Wendit Hadirkan Tiket Masuk Rp20.000 dan Terusan Rp100.000

RAGAM KABAR

Sam Legowo dan Panggilan Jiwa Jurnalisme

RAGAM KABAR

Ini Tips yang Harus Dilakukan Agar Kembali Produktif Usai Libur Panjang

RAGAM KABAR

Seorang Hero Tanpa Jubah dan Topeng dari Tlangoh

RAGAM KABAR

Jagongan RLD: Platform Digital Layaknya Pedang Bermata Dua

RAGAM KABAR

Kolaborasi RLD-Indosat Dorong Digitalisasi UMKM untuk Ekonomi Inklusif di Sidoarjo