Sekolah rakyat adalah kawah candradimuka untuk anak-anak keluarga tidak mampu (Foto: kabarfokus.id)
Surabaya, kabarfokus.id
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar lembaga pendidikan formal biasa. Ia menyebut sekolah ini sebagai “Kawah Candradimuka” sebuah ruang penggemblengan khusus bagi anak-anak dari keluarga rentan untuk mengubah nasib dan memutus belenggu kemiskinan.
Hal tersebut disampaikan Gus Ipul dalam acara pembekalan dan pelatihan kepala sekolah serta siswa Sekolah Rakyat yang berlangsung di Kantor BPSDM (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia) Provinsi Jawa Timur, Jalan Balongsari Surabaya, Jumat (16/1/2026).
Menjaga Asa di Tengah KeterbatasanBukan tanpa alasan Gus Ipul menggunakan istilah Kawah Candradimuka. Data Kementerian Sosial menunjukkan tantangan besar yang dihadapi para siswa. 454 siswa sebelumnya tidak pernah sekolah. 298 siswa tercatat putus sekolah.Sebagian siswa usia SMA bahkan belum lancar membaca karena harus bekerja sejak kecil demi membantu ekonomi keluarga.
”Sekolah Rakyat adalah Kawah Candradimuka, tempat penjaga asa keluarga. Mereka digembleng, dididik, dan disiapkan untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mengubah masa depan keluarganya,” ujar Gus Ipul tegas.
Sentuhan Teknologi DNA Talent
Untuk memastikan transformasi ini berjalan efektif, Sekolah Rakyat tidak menggunakan pendekatan “satu ukuran untuk semua”. Kemensos menerapkan tes talenta berbasis teknologi, DNA Talent, untuk memetakan potensi unik setiap anak.Dengan teknologi ini, minat dan bakat siswa yang selama ini terpendam akibat faktor ekonomi dapat diidentifikasi dan dikembangkan secara spesifik.
Perubahan Perilaku yang MengharukanHasil dari penggemblengan ini mulai dirasakan langsung oleh para orang tua. Gus Ipul mengungkapkan rasa harunya saat menerima laporan mengenai perubahan positif perilaku para siswa di rumah.
“Banyak pesan mengharukan yang kami terima. Ada orang tua yang berterima kasih karena anaknya kini lebih rajin beribadah, bangun pagi tanpa dibangunkan, hingga lebih percaya diri dan tidak lagi menyendiri,” imbuhnya.
Perubahan karakter ini menjadi fondasi penting bagi Kemensos untuk memastikan bahwa anak-anak dari keluarga rentan tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga memiliki mentalitas pemenang untuk memperbaiki taraf hidup keluarga mereka di masa depan. (AZ)














