Berkarya dan berdonasi bencana melalui film karya SD Namira (Foto: kabarfokus.id)
Probolinggo, kabarfokus.id
Berbagai bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya di Sumatera serta beberapa daerah yang terdampak bencana hidrometeorologi di penghujung tahun 2025, memantik keprihatinan banyak pihak.
SD Namira Probolinggo, Jawa Timur, turut mengambil peran dengan cara yang berbeda. Melalui sebuah karya sinema bertajuk Sehelai Kasih, Seribu Jahitan, sekolah tersebut mengajak masyarakat untuk menumbuhkan empati sekaligus berbagi kepada para korban bencana.
Film ini merupakan hasil kolaborasi para ustadz, ustadzah, serta siswa-siswi SD Namira, yang mengangkat pesan moral tentang kasih sayang, kepedulian, dan semangat berbagi di tengah situasi sulit.
Ketua Yayasan Namira School, DR. dr. Mirrah Samiyah, menjelaskan bahwa produksi film tersebut awalnya ditujukan untuk memperingati Hari Ibu yang jatuh setiap 22 Desember.
“Namun melihat kondisi bangsa yang sedang diuji oleh berbagai bencana, mulai dari banjir di Sumatera hingga bencana di Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, kami melakukan terobosan. Pemutaran film ini juga menjadi ajang penggalangan donasi bagi para korban bencana,” ujar DR Mirrah, saat gala premiere di Sams Studio Probolinggo, Kamis (18/12/2025).
Untuk mendukung penyaluran bantuan, SD Namira menggandeng sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Pemerintah Kabupaten Probolinggo serta Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Perempuan yang akrab disapa Dokter Mia ini menambahkan, melalui karya orisinal yang melibatkan anak-anak, pihaknya ingin memberikan ruang ekspresi dan kreativitas yang positif.
“Utamanya bagi talenta muda agar mereka bisa menghasilkan karya sinema yang bernilai edukatif dan kemanusiaan,” imbuhnya.
Gala premiere film tersebut turut dihadiri istri Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Rita Ugas Irwanto.
Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif SD Namira yang memberi ruang kreatif bagi anak-anak.
“Terima kasih telah menghadirkan wadah positif di tengah semakin sempitnya ruang bermain anak. Kegiatan seperti ini menjadi alternatif agar anak-anak tidak terus terpapar gadget,” tuturnya.
Film berdurasi sekitar 40 menit ini mendapat sambutan antusias. Sebanyak 440 tiket pemutaran di Sams Studio Probolinggo dilaporkan habis terjual.
Seluruh hasil penjualan tiket akan disalurkan sebagai bantuan bagi korban bencana di Sumatera dan Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo.
Donasi untuk wilayah Sumatera akan disalurkan melalui IDAI Sumatera, sementara bantuan untuk Tiris dikoordinasikan bersama Pemerintah Kabupaten Probolinggo.(LG)














