Transmigrasi meningkatkan kesejahteraan rakyat, untuk membangun desa mandiri (Foto: Kabarfokus.id)
Surabaya, kabarfokus.id
Program transmigrasi kembali ditegaskan sebagai upaya negara meningkatkan kesejahteraan rakyat, melalui penyediaan rumah. Lahan garapan dan dukungan infrastruktur sebagai bagian dari reforma agraria.
Sejumlah kepala keluarga asal jawa timur siap ditempatkan di daerah tujuan untuk membangun desa mandiri. Transmigrasi dipandang sebagai wujud kehadiran negara dalam memberi kesempatan bagi masyarakat untuk mengubah nasib.
Negara menyiapkan rumah, pekarangan, serta lahan garapan seluas satu hektar bagi setiap kepala keluarga. Kebijakan ini menjadi bagian dari reforma agraria dan asta cita presiden, membangun dari desa, serta memberantas kemiskinan.
Menurut Viva Yoga Mauladi, Wakil Menteri atau Wamen Transmigrasi RI, sebelum keberangkatan, para peserta telah mengikuti serangkaian pelatihan. Mulai dari pelatihan peternakan, perkebunan, dan perikanan di Malang dan Yogyakarta, hingga pelatihan penguatan mental dan fisik di bandung. Pelatihan ini menjadi modal awal untuk menghadapi tantangan di daerah baru.
“Untuk fasilitas, pemerintah menyiapkan rumah dan lahan garapan. Sedangkan pengembangan selanjutnya akan disesuaikan dengan kondisi setempat. Para peserta dapat menghasilkan produk unggulan dan menjalankan usaha peternakan secara berkelanjutan.” Ujar wamen Viva.
Viva menambahkan bahwa transmigrasi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat indonesia. tanggung jawab dari negara adalah memberikan rumah, pekarangan dan tanah garapan itu adalah sebagai bagian dari reforma agraria. tanah memberikan tanah kepada rakyat. itu bagian dari reforma agraria.
Adam Gumelar Sucipto, salah satu peserta transmigrasi mengaku program ini sejalan dengan cita-citanya sejak lama.
“Saya berencana mengembangkan perkebunan dan peternakan dengan komoditas unggulan kakao atau coklat serta nilam. Lahan garapan satu hektar akan dikelola bersama komunitas di wilayah tujuan.” kata Adam
Program ini tidak memiliki batas kontrak waktu, peserta diberikan kebebasan untuk menetap dan berkembang. Tujuan utamanya adalah mengembangkan daerah tertinggal agar menjadi wilayah yang maju dan mandiri.
Menurut Sigit Priyanto, Kadisnakertrans Jatim, Jawa Timur pada tahun ini memberangkatkan 16 kepala keluarga atau 55 jiwa. Mereka akan ditempatkan di halmahera tengah maluku utara serta sebagian di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Seluruh peserta merupakan hasil seleksi dari 15 kabupaten dan kota di jawa timur.
Seleksi transmigran dilakukan berdasarkan minat, keterampilan, dan kesiapan. Pemerintah provinsi bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota serta kementerian terkait.
“Program ini juga mendapat dukungan penuh infrastruktur dari kementerian terkait, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum, pertanian, pengairan, hingga dukungan akademisi dari berbagai perguruan tinggi.” ujar Sigit
Pemerintah berharap program transmigrasi kini semakin menarik, bahkan bagi kalangan sarjana. Dengan jaminan fasilitas dan pendampingan, transmigrasi diharapkan mampu menciptakan desa-desa baru yang mandiri dan sejahtera. (YN)














