Pemuda Pancasila Kota Surabaya, kecam pertikaian yang dipicu isu sara. (Foto: kabarfokus.id)
Surabaya, kabarfokus.id
Kota Surabaya baru-baru ini diramaikan peristiwa yang viral di media sosial. Dimana diduga ada perebutan lahan parkir di sebuah kedai makan, yang diduga di monopoli suku tertentu.
Hal ini malah membuat ramai komentar negatif dan saling hujat di media sosial. Sehingga membuat resah warga kota Surabaya.
Sekretaris Pemuda Pancasila, Kota Surabaya, Baso Juherman, mengajak semua warga kota pahlawan untuk saling menghormati. Karena dari dulu Surabaya adalah kota besar yang dihuni beragam masyarakat.
“Saya sebagai sekretaris Pemuda Pancasila Kota Surabaya menganggap Surabaya ini kota metropolitan. Kota yang berbagai macam suku ada di Surabaya. Kita ingat pedatonya Bung Tomo di zaman 1945 itu, di 10 November, menyebut Yong Java, Yong Sulawesi, Yong Ambon, Yong Batak, dan lain-lain”. Kata Baso
Baso menegaskan bahwa hal itu menandakan bahwa Surabaya ini sejak zaman Belanda itu sudah dihuni oleh berbagai macam suku.
“Jadi saya minta kalau ada yang membuat isu-isu sara di Surabaya, lebih baik angkat kaki dari Surabaya. Daripada membuat Kota ini tidak nyaman dan justru bisa membuat kerusuhan dengan isu-isu yang sara itu.” Tegas Baso
Menurut Baso, Ormas Pemuda Pancasila yang ada di Surabaya selalu berkoordinasi dengan pemerintah kota. Dan di kota ini banyak ormas-ormas yang muncul dan semuanya selalu rukun.Jika isu sara terus dihembuskan dan membuat gaduh surabaya, hal ini tidak boleh ditolerir dan harus ditindak tegas.
“Itu harus dilaporkan ke pihak berwajib, mungkin ada cyber crime yang ada di kepolisian itu bisa mencari pelaku yang membuat isu-isu sara itu supaya minta maaf ke masyarakat Surabaya. Bahwa isu yang dihembuskan itu tidaklah benar.” Tutup Baso (AZ)














