Suasana pertemuan pihak manajemen dan pedagang Pasar Atum Surabaya (Foto: kabarfokus.id)
Surabaya, kabarfokus.id
Beberapa waktu lalu sempat terjadi viral di platform media sosial, diduga ada insiden atau perdebatan antara pedagang dengan pihak pengelola atau manajemen Pasar Atum. Diduga hal ini dipicu pedagang atau pemilik stan yang protes atas perubahan jam operasional Pasar Atum.
Menanggapi hal ini Direktur Utama Pasar Atom Surabaya, Mayjen TNI Purn (Marinir) Halim Hermanto, mengatakan bahwa itu hanya kesalahpahaman saja dan sudah diselesaikan oleh kedua belah pihak.
“Memang Pasar Atum sebelum COVID-19 itu operasionalnya mulai jam 10.00 sampai jam 18.00 (Wib) . Saat COVID-19 kita ajukan jam 10.00 sampai 17.00 Wib. Karena sekarang pengunjung ini sudah ramai maka diubah. Karena Hari biasa itu Senin sampai Jumat, pengunjung ada 7.000 hingga 8.000 orang. Kalau Sabtu, Minggu sudah 10.000 sampai 11.000 orang. Jadi kita putuskan jam operasional seperti semula yakni jam 10.00 sampai jam 18.00 Wib. Bahkan ada rencana tahun depan akan sampai jam 22.00 WIB.” Kata Halim
Jadi menurut Halim memang ada pemilik stan yang keberatan minta tetap tutup jam 17.00. Tapi sudah dijelaskan kepada kepada mereka tentang alasan ini.
“Saya jelaskan tadi alasannya karena kita akan menarik pengunjung lagi dan juga menarik berbagai Branded (merk terkenal) karena sekarang ini kan ada ASC, Atom Sport Center. Juga ada papelium China market, yang memasarkan produk-produk China untuk para pelaku atau tokoh-tokoh yang ada di Surabaya.” Tambah Halim
Sementara itu Afandi salah satu pedagang di Pasar Atum mengaku tidak tahu jika insiden antara pedagang dan manajemen Pasar Atum sampai viral di media sosial. Karena ia menganggap itu curhat biasa dan bukan aksi protes atau demo.
“Memang ada surat digital yang memerintahkan, menganjurkan untuk operasionalnya buka sampai jam 6 malam. Karena saya merasa keberatan dengan bersama teman-teman kita mendatangi manajemen.Tujuannya kita tidak protes, tidak ada maksud lain. Hanya curhat kepada PT (Pasar Atum) dengan adanya perpanjangan jam operasional”. Ujar Afandi
“Dan saya tidak tahu siapa yang merekam atau memviralkan. Saya sendiri terkejut, karena tujuan saya tidak ada maksud sedikit pun untuk menjelekkan PT. Selama ini, hubungan saya dengan PT itu baik-baik saja.” Ujar Afandi pedagang yang sudah berjualan di Pasar Atum sejak tahun 1981 hingga sekarang.
“Kita perwakilan beberapa pedagang hanya mengajukan curhat, kalau bisa jam 5 saja (17.00 wib). Dengan alasan kalau jam 6 (18.00). Suasana sudah gelap dan juga akan menambah beaya operasional kita. Begitu saja tidak ada maksud lain” Tambah Afandi.
Dengan adanya klarifikasi manajemen dan pedagang Pasar Atum ini, kini dugaan adanya kericuhan atau konflik sudah selesai. Dan baik manajemen maupun pedagang sudah sepakat menyelesaikan perbedaan pendapat dengan baik-baik.
Semuanya agar Pasar Atum semakin maju dan pengunjung juga senang. Apalagi ini mendekati momen Natal dan tahun baru yang biasanya Pasar Atum banyak dijejali pengunjung. (AZ)














