Home / Headline / KABARKINI

Rabu, 13 Agustus 2025 - 00:00 WIB

Anak Tantrum Tak Mau Sekolah, Orang Tua Panggil Damkar

Lamongan, kabarfokus.id

Tak mau sekolah, seorang siswa sekolah dasar di Lamongan jawa timur tantrum atau mengamuk hingga merusak seisi rumah termasuk perabotan. Orang tua sang siswa pun terpaksa memanggil petugas damkar untuk menenangkan sang anak, diduga sang anak alami tekanan di lingkungan sekolahnya.

Pemadam kebakaran (Damkar) lamongan Jawa Timur dikerahkan untuk menenangkan seorang bocah berusia 11 tahun yang mengalami tantrum hingga merusak seisi rumah.

Peristiwa terjadi di Desa Tanjung, kecamatan Lamongan Kota, senin malam sekitar pukul 21.30 WIB. Menurut keterangan dari Korwil Damkar Lamongan Suwanto, pihaknya menerima laporan mengenai seorang anak yang mengalami tantrum yang tidak terkontrol.

Baca Juga  Rumah Kompleks TNI AL Terbakar, Satu Korban Terluka

“Anak berinisial B yang kini duduk di kelas 6 SD ini tidak hanya merusak perabotan rumah, tetapi juga memukul-mukul ibunya. Sang anak juga tiba-tiba menangis, berteriak histeris dan merusak semua barang di rumah” Ujar Suwanto

Diduga anak tersebut mengalami perundungan dan tekanan di lingkungan sekolah, hingga membuatnya enggan untuk bersekolah. Petugas damkar berusaha menenangkan anak tersebut dengan cara membujuk dan memberikan nasehat. Setelah beberapa waktu, emosi sang anak berhasil diredam, dan mau berkomunikasi dengan petugas.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Lamongan, Umuronah, mengatakan bahwa timnya akan melakukan penelusuran ke rumah anak tersebut untuk mengetahui penyebab perilaku tantrum yang dialami.

Baca Juga  Roman Pinggiran 1: "Hati-Hati Berbicara Dengan Hati Kecil"

Umuronah juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi tumbuh kembang anak.

“Kurangnya perhatian dapat memicu perilaku agresif, terutama jika anak terlalu sering bermain gawai atau terpengaruh oleh lingkungan negatif” Ujarnya

Kasus ini menjadi perhatian bersama dinas terkait sebagai bentuk komitmen untuk melindungi anak dari risiko kekerasan, penelantaran, maupun masalah psikologis.

Diharapkan dengan adanya perhatian dan penanganan yang tepat/ anak tersebut dapat kembali bersekolah dan mendapatkan dukungan yang dibutuhkan. (Ranuwijaya)

Share :

Baca Juga

Headline

Korsleting Listrik di Kamar Mandi, Rumah Ludes Terbakar

KABARKINI

Pilu Ibu Beranak Dua, Jadi Korban Kekerasan Suami Berulang-Ulang

KABARKINI

Saling Lapor KDRT, Pasutri di Surabaya Kini Sama-Sama Berstatus Tersangka

KABARKINI

Jatim Tuntaskan 8.494 Koperasi Merah Putih, Dukung Prabowo Bangun Ekonomi Dari Desa

KABARKINI

Jelang Nataru, Kejari Tanjung Perak Musnahkan 8 Kg Sabu-Sabu, 6 Kg Ganja, Hingga Ribuan Ekstasi

KABARKINI

Sambut Hari bhayangkara, Polres Gresik gelar donor darah dan pembagian kacamata gratis

KABARKINI

Rumah Kompleks TNI AL Terbakar, Satu Korban Terluka

KABARKINI

Tim Gabungan Rampungkan Operasi SAR Ambruknya Musala Al-Khoziny Hingga Tuntas