Konferensi Pers Developer Perum Maharaja Menganti Gresik, (Foto: kabarfokus.id)
Gresik, kabarfokus.id
Adanya isu miring yang berkembang di sosial media terkait banjir di kawasan perumahan Maharaja Residence Menganti Gresik, ditanggapi secara positif oleh PT Korona Wijaya Indonesia (KWI) selaku developer.
Direktur PT KWI, Adi Sucipto menggelar jumpa pers yang digelar pada Kamis, (26/02/26) di Komplek Maharaja Residence Desa Bringkang Kecamatan Menganti Gresik Jawa Timur.
Adi Sucipto mengatakan sebagai developer terpercaya yang membangun perumahan Maharaja Residence Menganti, PT KWI sangat menjaga kredibilitas dan komitmen terkait tata kelola lingkungan agar memberikan rasa aman dan nyaman bagi penghuni. Sekaligus, memberikan dampak berkelanjutan.
“Terkait isu banjir yang sempat terjadi beberapa waktu lalu, kami menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan disebabkan oleh kesalahan pembangunan dari pihak developer,” kata Adi.
Menurut Adi, peristiwa tersebut merupakan dampak dari kondisi cuaca ekstrim dan perubahan iklim dengan curah hujan yang sangat tinggi. Hal tersebut juga terjadi di berbagai wilayah pada periode yang sama. Sehingga, beberapa wilayah termasuk Maharaja Residence mengalami banjir. Namun, hal itu tidak berlangsung lama air sudah langsung berangsur angsur surut.
Perlu diketahui, Maharaja Residence merupakan kawasan perumahan yang dikembangkan dengan konsep modern green living society. Proyek ini berdiri di atas lahan kurang lebih 4,5 hektar, dengan total rencana pengembangan lebih dari 350 unit, di mana sekitar 200 unit telah terbangun.
“Dari sisi kesiapan kawasan, Maharaja Residence telah didukung jaringan utilitas esensial bagi warga, termasuk air PDAM, listrik PLN, serta layanan internet Telkom,” terangnya. Selain itu, lanjut Adi, beberapa fasilitas yang telah terbangun dan dapat dinikmati penghuni antara lain one gate system, keamanan 24 jam, bird park, kids playground, jogging track, taman, dan fasilitas pendukung lainnya.
“Secara lokasi, kawasan kami juga berada di posisi yang cukup strategis, sekitar 20 menit dari Citraland Surabaya dan kurang lebih 15 menit menuju akses tol KLBM maupun tol Sumo,” tandasnya.
Pihak Developer memahami kejadian banjir tersebut tidak diinginkan oleh siapa pun. Namun demikian, sebagai bentuk tanggung jawab, PT KWI langsung menanggapi dengan melakukan berbagai langkah mitigasi di lapangan.
Selain telah membuatkan saluran pembuangan air (Got) sesuai SOP dan membangun bendungan (Dam) kecil seperti sungai, developer juga Melakukan pengadaan empat pompa diesel, peninggian dinding dan pondasi sungai, penguatan pondasi pagar keliling yang berfungsi sebagai tanggul, serta peninggian area gate.
“Selain itu, kami juga berkoordinasi secara intensif dengan Kelurahan, Kecamatan, dan Dinas PU terkait untuk melakukan pembersihan dan normalisasi Sungai,” tegas Adi.
Dengan langkah-langkah strategis tersebut, hingga saat ini meskipun hujan deras masih terjadi, tidak ada lagi air yang masuk maupun banjir di dalam kawasan Maharaja Residence. Sistem aliran air, baik di dalam Perum maupun di luar Perum kini berjalan jauh lebih baik dan terkendali.
Melalui kesempatan ini, pihak developer PT KWI berharap klarifikasi ini dapat memberikan gambaran yang lebih utuh dan objektif kepada publik.
Ditempat yang sama, Kasi Tratib (Ketentraman dan Ketertiban) dari Kecamatan Menganti, Anas Arofiq mengatakan bahwa banjir adalah tanggung jawab bersama, jadi bukan hanya pihak developer aja. Karena banjir di kawasan menganti diduga disebabkan adanya saluran air dan sungai yang tersumbat akibat sampah menumpuk.
“Warga diharapkan juga sama-sama menjaga kesadaran, dengan memelihara kebersihan selokan air, sungai dan lainnya. Karena kita sudah sering melakukan pengerukan untuk mencegah banjir dan pendangkalan. Tapi yang penting semua komitmen dan konsisten untuk sama sama menjaga kebersihan, untuk mencegah banjir” Ujar Anas.
Sementara itu salah warga perumahan Maharaja Menganti, Yusuf Maulana, mengaku pihaknya sudah rutin melakukan kerja bakti untuk membersihkan saluran air perumahan. Warga juga rajin untuk mengecek seluruh lokasi dan area yang diduga menjadi penyebab banjir.
“Kami selalu aktif membantu developer dalam menjaga kebersihan lingkungan. Agar aliran air lancar dan tidak menyebabkan banjir di wilayah perumahan”. Tutup Yusuf. (AZ)
