Tag: Tps

  • TPS Pastikan Kelancaran Operasional Menjelang Idul Fitri 1447 H

    TPS Pastikan Kelancaran Operasional Menjelang Idul Fitri 1447 H

    Kesiapan PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memasuki Idul Fitri (Foto: TPS)

    Surabaya, kabarfokus.id

    PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memastikan kesiapan operasional menghadapi periode Idul Fitri 1447 H melalui serangkaian langkah antisipatif yang mencakup pengaturan sandar kapal, kesiapan peralatan, penguatan SDM dan koordinasi lintas stakeholder terkait.

    TPS menerapkan Berth Allocation Strategy guna mempercepat proses sandar dan bongkar muat, serta mengoptimalkan pemanfaatan Integrated PnC (Planning and Control) sebagai pusat koordinasi operasional. Perusahaan juga menyiapkan peralatan bongkar muat, termasuk pengoperasian E‑RTG baru, untuk mendukung kelancaran arus receiving dan delivery.

    Penguatan kesiapan internal dilakukan melalui optimalisasi tenaga kerja, sarana dan fasilitas, pengaturan traffic control dan penegakan standar keselamatan kerja (HSSE). Koordinasi intensif dibangun bersama Bea Cukai, Karantina, Kepolisian serta pelaku usaha terkait untuk memastikan layanan terminal tetap berjalan tanpa hambatan sepanjang periode puncak.

    Senior Vice President Operasi Terminal, Didik Kurniawan, menyampaikan bahwa kesiapan menyeluruh menjadi kunci kelancaran operasional selama periode Lebaran.

    “Kami melakukan penataan jadwal sandar, penguatan peralatan serta peningkatan koordinasi dengan seluruh pihak. Tujuannya jelas, untuk memastikan aktivitas bongkar muat berlangsung tertib, aman dan tepat waktu meski terjadi peningkatan trafik,” ujarnya.

    Sebagai bagian dari mitigasi lonjakan aktivitas, TPS menyusun forecast BOR (Berth Occupancy Ratio) dan YOR (Yard Occupancy Ratio) serta menyiapkan pengaturan lapangan penumpukan melalui penggunaan Flexible Block, buffer block hingga pemanfaatan blok tambahan seperti W1–W4 dan area railway.

    Pelaksanaan PLP (Pemindahan Lokasi Penimbunan) juga akan dilakukan bekerja sama dengan Bea Cukai dan depo PLP. Saat ini kondisi YOR TPS masih dalam batas aman, yakni rata-rata 50,7%, dimana YOR impor 47,86% dan YOR ekspor 53,61%.

    TPS menegaskan komitmennya untuk menjaga kelancaran arus logistik nasional melalui pelayanan terminal yang aman, terukur dan responsif, terutama pada periode Lebaran. (AZ)

  • PT Terminal Petikemas Surabaya Perkuat Layanan Logistik Melalui Pembaruan Operasional dan Alat Bongkar Muat Handal

    PT Terminal Petikemas Surabaya Perkuat Layanan Logistik Melalui Pembaruan Operasional dan Alat Bongkar Muat Handal

    TPS perkuat layanaan melalui serangkaian pembaruan operasional dan penambahan fasilitas baru. (Foto: TPS)

    Surabaya, kabarfokus.id

    PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat perannya dalam meningkatkan kelancaran arus logistik nasional melalui serangkaian pembaruan operasional dan penambahan fasilitas baru.

    Dalam sebuah forum silaturahmi dan dialog yang berlangsung pada akhir bulan lalu di Gedung Administrasi TPS, Direktur Utama TPS, Wahyu Widodo, Direktur Operasi TPS, Noor Budiwan, serta Ketua DPW Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur, Sebastian Wibisono, menyampaikan bahwa hadirnya alat bongkar muat baru diproyeksikan dapat mendorong efisiensi logistik dan peningkatan kunjungan kapal secara bertahap.

    Sebagai upaya menjaga keseimbangan layanan di Pelabuhan Tanjung Perak, sebagian unit Container Crane (CC) juga dialokasikan ke Terminal Berlian. Langkah ini diharapkan dapat menghadirkan distribusi layanan yang lebih merata dan mendukung kelancaran operasional di kawasan pelabuhan.

    Menurut Sebastian Wibisono, pembaruan fasilitas ini memberikan angin segar bagi para pelaku logistik. Hampir seluruh peralatan bongkar muat kini merupakan unit baru yang siap mendukung proses pelayanan secara optimal.

    Ditambah lagi dengan adanya fasilitas tambahan seperti area fumigasi dan alat pemindai baik ekspor maupun impor yang telah dioperasikan, sehingga pemeriksaan barang dapat dilakukan dengan lebih cepat dan terintegrasi.Direktur Utama TPS, Wahyu Widodo, menegaskan pentingnya keterbukaan informasi.

    “TPS berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang transparan, modern dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa. Melalui website resmi TPS (web access), seluruh aktivitas operasional dapat dipantau secara real time,” ungkapnya.

    Ketua DPW ALFI Jawa Timur, Sebastian Wibisono, dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan apresiasi atas kesiapan fasilitas dan ritme kerja TPS yang dinilai semakin solid.

    “Sinergi antara pelaku usaha dan pengelola terminal menjadi kunci dalam menjaga kelancaran arus logistik di Jawa Timur,” ungkap Wibi, panggilan akrabnya.

    Direktur Operasi, Noor Budiwan, menambahkan bahwa TPS telah menerapkan pengaturan ritme kerja yang lebih adaptif, termasuk strategi pengendalian antrian jelang periode lebaran. Penyesuaian pola kerja saat sahur dan buka puasa diterapkan untuk memastikan kelancaran operasi.

    “Berkat komunikasi yang intensif dan koordinasi antarpihak, jumlah keluhan eksternal menurun signifikan. Selain itu, pemantauan terhadap forecast ekspor dan impor dilakukan secara berkala untuk memastikan fleksibilitas penggunaan area Container Yard (CY), baik inbound (peti kemas masuk) maupun outbound (peti kemas keluar)”, ujarnya.

    Noor juga menambahkan bahwa TPS telah kedatangan total 14 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) dalam tiga batch. Saat ini, empat unit RTG telah resmi beroperasi dan akan menyusul sepuluh RTG lainnya secara berthap sehingga memberikan kontribusi pada kelancaran layanan.

    Pada akhir bulan April nanti, TPS juga akan kedatangan 4 CC yang baru yang rencananya akan dioperasikan pertengahan tahun 2026.Dengan kedatangan alat baru ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja operasional sehingga layanan menjadi lebih efisien, mempersingkat waktu sandar kapal dan membuka peluang peningkatan terminal handling capacity. (AZ)

  • TPS Perkuat Komunikasi dan Kolaborasi Bersama Pelanggan Melalui Pertemuan Bulanan Spesial Ramadhan 2026

    TPS Perkuat Komunikasi dan Kolaborasi Bersama Pelanggan Melalui Pertemuan Bulanan Spesial Ramadhan 2026

    TPS gelar agenda koordinasi dan komunikasi rutin bersama Pelanggan, khususnya Perusahaan Pelayaran (Foto: TPS)

    Surabaya, kabarfokus.id

    Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali menggelar agenda koordinasi dan komunikasi rutin bersama Pelanggan, khususnya Perusahaan Pelayaran, yang selama ini dilaksanakan setiap bulan. Khusus di momentum Ramadhan 2026 ini, pertemuan digelar secara spesial sebagai wujud komitmen TPS untuk menjaga sinergi operasional serta keterbukaan informasi kepada seluruh pengguna jasa. Pertemuan ini dilaksanakan pada Rabu (25/2) di Ruang Toba, Gedung Customer Service Lantai 2 TPS.

    Dalam forum tersebut, TPS tidak hanya menyampaikan evaluasi kinerja operasional terbaru, tetapi juga memberikan sejumlah pembaruan penting yang dinantikan oleh Pelanggan, antara lain 1) Progres elektrifikasi Rubber Tyred Gantry (RTG), 2) Kedatangan peralatan bongkar muat utama (RTG dan Container Crane/CC), 3) Rencana penjadwalan relokasi alat pasca kedatangan empat unit CC baru, 4) Deployment peralatan bongkar muat baru di area operasional TPS.

    Seluruh perkembangan terkait program peremajaan peralatan bongkar muat utama akan terus diperbarui secara berkala. Dengan demikian, Pelanggan dapat menyesuaikan perencanaan operasional mereka, sementara TPS memastikan bahwa pelayanan tetap optimal dan sejalan dengan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

    TPS menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Pelanggan atas dukungan yang telah diberikan selama ini. Komunikasi intensif dan kolaborasi yang terjalin dinilai menjadi kunci keberhasilan program peremajaan alat, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas serta membuka peluang bisnis yang lebih luas bagi semua pihak.

    Sejalan dengan komitmen TPS terhadap layanan prima dan prinsip Pelindo Bersih, TPS juga kembali mengingatkan seluruh Pelanggan mengenai prosedur penanganan klaim serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).

    Penyampaian ini dilakukan sebagai penyegaran berkala untuk memastikan bahwa keseluruhan proses layanan—mulai dari petikemas diterima, diproses, dimuat ke kapal, hingga meninggalkan TPS—berjalan dengan standar yang tinggi. Termasuk apabila muncul klaim, mekanisme penyelesaian disiapkan secara transparan dan terukur.

    Sebagai bagian dari upaya keberlanjutan usaha dan penguatan nilai anti korupsi, anti gratifikasi dan anti pungutan liar, TPS juga menegaskan kembali implementasi Pelindo Bersih. Pembatasan interaksi tatap muka antara petugas TPS dan Pelanggan terus diperkuat melalui berbagai inovasi layanan digital yang telah terbukti mempercepat proses, meningkatkan transparansi, serta mempermudah penelusuran dokumen secara terukur.

    Dalam menjaga integritas layanan, TPS menyediakan berbagai kanal pelaporan resmi untuk menangani indikasi pelanggaran terhadap komitmen Pelindo Bersih. TPS memberikan jaminan penuh bahwa identitas pelapor akan tetap terlindungi secara aman.

    “Pertemuan dengan Pelanggan merupakan ruang strategis bagi kami untuk memastikan bahwa setiap proses operasional berjalan selaras dengan kebutuhan pengguna jasa. Terlebih di bulan Ramadhan ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh update penting mengenai peremajaan alat, perubahan operasional, hingga penerapan Pelindo Bersih tersampaikan dengan baik dan dapat dipahami secara menyeluruh,” ungkap Erika Asih Palupi, Sekretaris Perusahaan TPS.

    “Transparansi dan keterbukaan informasi adalah fondasi tata kelola yang baik di TPS. Dukungan Pelanggan selama ini sangat berarti bagi kami, terutama dalam menyukseskan program peremajaan peralatan bongkar muat. Kami percaya bahwa kolaborasi yang terus terjaga akan menghadirkan layanan yang lebih produktif, efisien dan berdaya saing,” Tutup Erika. (AT)

  • PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) Laporkan Peningkatan Akurasi Deteksi Kerusakan Kontainer Sejak Implementasi ADDS

    Penerapan ADDS merupakan bagian dari komitmen TPS untuk mendukung transformasi digital dan standarisasi layanan

    Surabaya, kabarfokus.id

    PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mengumumkan capaian signifikan dari penerapan Automatic Container Damage Detection System (ADDS) yang mulai diberlakukan sejak April 2025. Teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) ini telah membawa perubahan besar dalam proses inspeksi kerusakan kontainer, dengan peningkatan akurasi deteksi yang konsisten selama delapan bulan terakhir.

    ADDS memanfaatkan algoritma Deep Neural Network (DNN) untuk mengidentifikasi jenis dan tingkat kerusakan kontainer secara real-time. Sistem ini terintegrasi dengan kamera Left-Right-Top dan teknologi Optical Character Recognition (OCR) pada autogate, serta dilengkapi didukung dengan kemampuan self-learning. Artinya, semakin banyak data yang dianalisis, semakin tinggi tingkat akurasi yang dicapai.

    Capaian Utama Sejak Implementasi diantara adalah pertama, akurasi deteksi meningkat signifikan berkat mekanisme pembelajaran mandiri (self-learning) dari data historis dan masukan Damage Inspector. Kedua, notifikasi otomatis kepada petugas jika kerusakan melebihi ambang batas, sehingga mempercepat proses validasi dan pengambilan keputusan. Ketiga, integrasi penuh dengan sistem Container Damage Report (CDR) Online, memudahkan komunikasi kepada pelanggan (Box Operator dan Vessel Operator).

    “Sebelum ADDS diterapkan, pemeriksaan kerusakan dilakukan secara manual melalui foto OCR. Kini, petugas cukup memantau layar komputer, dan sistem akan memberikan notifikasi otomatis jika ada kerusakan yang terdeteksi. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga akurasi dan transparansi proses,” ujar Erika Asih Palupi, Sekretaris Perusahaan TPS.

    Penerapan ADDS merupakan bagian dari komitmen TPS untuk mendukung transformasi digital dan standarisasi layanan di bawah Subholding PT Pelindo Terminal Petikemas. Ke depan, TPS akan terus mengembangkan fitur analitik berbasis AI untuk memperkuat pengelolaan data historis dan prediksi kerusakan. (AN)

  • Pastikan Implementasi Tata Kelola Perusahaan yang Baik, TPS Laksanakan Penilaian Tata Kelola Secara Konsisten

    Tata kelola perusahaan di TPS menggunakan parameter ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) (Foto: Humas TPS)

    Surabaya, kabarfokus.id

    Keberlanjutan bisnis merupakan keinginan semua pihak yang terhubung dengan suatu bisnis, bahkan industri. Berbagai upaya dilakukan untuk memastikan keberlanjutan bisnis, salah satunya adalah dengan melakukan pemastian implementasi tata Kelola dalam Perusahaan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun 2025 ini, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) juga melakukan penilaian terhadap implementasi tata kelola perusahaan yang baik.

    Tahun ini merupakan tahun kedua penilaian tata kelola perusahaan yang baik di TPS menggunakan parameter ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS), setelah tahun-tahun sebelumnya menggunakan Surat Keputusan Sekretaris Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor SK-16/S.MBU/2012 tentang Indikator/Parameter Penilaian dan Evaluasi Atas Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) Pada Badan Usaha Milik Negara sebagai parameter penilaian.

    Penilaian meliputi 4 (empat) aspek utama: 1. Hak dan Perlakuan yang Adil terhadap Pemegang Saham;

    2. Keberlanjutan dan Ketahanan (Environmental, Social and Governance / ESG);

    3. Pengungkapan dan Transparansi; serta

    4. Tanggung Jawab Direksi dan Dewan Komisaris.

    Hasil asesmen menunjukkan TPS memiliki kesadaran yang kuat dan upaya nyata dalam mengadopsi standar tata kelola berbasis ACGS. Kekuatan utama penerapan GCG di TPS terletak pada ketersediaan kebijakan, pedoman, dan prosedur yang komprehensif, serta perangkat organisasi yang mendukung efektivitas tugas Direksi dan Dewan Komisaris.

    Sebagai tindak lanjut, TPS telah menyusun sejumlah rencana strategis untuk meningkatkan kualitas tata kelola.

    “Hasil penilaian ini merupakan pijakan tambahan bagi TPS untuk melanjutkan perjalanan pengelolaan bisnis dengan menerapkan tata kelola yang selalu lebih baik setiap waktu, sehingga keberlanjutan bisnis dapat benar-benar dijaga,” ujar Erika Asih Palupi, Sekretaris Perusahaan PT Terminal Petikemas Surabaya. (TP)

  • Cengkeh Diduga Terkontaminasi Radioaktif Masih Pemeriksaan Lanjutan, Bila Suspek Maka Akan Dimusnahkan

    Konferensi Pers terkait dugaan kontainer cengkeh terkontaminasi radio aktif di kantor TPS (foto: kabarfokus.id)

    Surabaya, kabarfokus.id

    Pembongkaran peti kemas berisi cengkeh ekspor yang dikembalikan ke indonesia karena diduga terpapar radioaktif cesium 137, berjalan aman dan terkendali di Terminal Petikemas Surabaya (TPS) Pelabuhan Tanjung Perak, selasa (04/10/25)

    Seluruh proses dilakukan sesuai standar operasional prosedur penanganan muatan berbahaya di atas kapal. Sebelum peti kemas diturunkan, tim dari badan pengawas tenaga nuklir atau bapeten melakukan pemeriksaan awal dengan tes usap pada titik paparan tertinggi.

    Hasilnya, tidak ditemukan kontaminasi pada permukaan luar container. Setelah dipastikan aman, balai besar kekarantinaan kesehatan mengeluarkan certificate of pratique. Dan peti kemas diizinkan untuk diturunkan dari kapal untuk pemeriksaan lanjut di alat radiation portal monitor atau rpm.

    Kini kontainer yang berisi cengkeh diduga terkontaminasi sudah dipindahkan dan diamankan di luar area Terminal Petikemas Surabaya. Vinda damayanti direktur pemulihan lahan terkontaminasi dan tanggap darurat limbah b3 non b3 kementerian lingkungan hidup, menegaskan penanganan sudah sesuai prosedur dan saat ini dalam koordinasi dengan badan riset dan inovasi nasional atau BRIN untuk tindak lanjutnya.

    “Kontainer yang sudah mengandung cengkeh terkontaminasi radioaktif cesium 137 sudah diamankan dan saat ini kami berkoordinasi dengan BRIN untuk langkah selanjutnya. Kemungkinan akan dimusnahkan apabila terbukti terkontaminasi.” Tegas Vinda

    Senada dengan hal tersebut, Nixon Pakpahan, direktur perlindungan dan pengolahan mutu udara KLHK menjelaskan, proses pemeriksaan terhadap muatan yang diduga terpapar radioaktif masih berjalan dan harus menunggu hasil resmi dari otoritas berwenang.

    “Kami tidak bisa menyatakan saat ini apakah benar terkontaminasi atau tidak, semua harus berdasarkan hasil pemeriksaan saintifik dari otoritas yang berwenang” Kata Nixon

    Dengan demikian pemerintah menegaskan kegiatan di terminal petikemas surabaya berjalan normaldan penanganan terhadap muatan yang diduga terpapar radioaktif dilakukan dengan standar keselamatan yang ketat. Namun bila nanti cengkeh ini dinyatakan suspek atau terpapar radioaktif cesium 137 maka cengkeh tersebut akan dimusnahkan. (ATK)

  • Dugaan Kontainer Cengkeh Terpapar Radio Aktif, Aktivitas Pelabuhan Tanjung Perak Tetap Normal

    Humas PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Ardiansyah memberikan keterangan pada Wartawan (Foto: kabarfokus.id)

    Surabaya, kabarfokus.id

    Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memastikan jika tidak ada penutupan kawasan pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Jawa Timur. Terkait adanya informasi adanya kontainer cengkih yang diduga terkontaminasi radioaktif cesium 147, sehingga dikembalikan oleh Amerika Serikat.

    Proses bongkar muat tetap normal di tengah isu penutupan kawasan pelabuhan terkait adanya kontainer yang terkontaminasi radioaktif cesium 147.

    Menurut Ardiansyah Humas PT TerminalPetikemas Surabaya (TPS) menegaskan jika terminal petikemas surabaya tidak ditutup dan proses bongkar muat di Kawasan Pelabuhan Tanjung Perak masih berlangsung seperti biasanya.

    “Proses bongkar peti kemas yang mengandung bahan terpapar cesium dilakukan di bawah pengawasan ketat badan pengawas tenaga nuklir (bapeten). Dari hasil pemantauan seluruh kegiatan dinyatakan aman.” Ujar Ardiansyah.

    Setelah dibongkar, peti kemas berisi cengkeh terkontaminasi tidak disimpan di dalam area terminal. Sesuai prosedur, kontainer tersebut langsung dikeluarkan dari TPS untuk penanganan lebih lanjut dari pihak berwenang.

    Berikut ini klarifikasi pihak TPS atas informasi Pelabuhan Tanjung Perak ditutup Usai Cengkeh Terpapar Cesium :

    1. Pelaksanaan kegiatan pembongkaran produk ekspor yang dikembalikan kedalam negeri karena terpapar cesium dilakukan di Terminal Petikemas Surabaya (TPS Surabaya).

    2. Atas aktivitas tersebut tidak ada penutupan pelabuhan ataupun penghentian aktivitas bongkar muat dan pelayanan kegiatan lainnya di TPS Surabaya. Kegiatan pelayanan bongkar muat tetap berlangsung normal dan seluruh pengguna jasa dilayani dengan baik.

    3. Pelayanan bongkar atas produk yang terpapar cesium dilakukan dengan pengawasan ketat dari Bapeten dan dinyatakan aman dalam proses bongkar peti kemas.

    4. Selanjutnya produk ekspor yang terkontaminasi cesium tidak ditumpuk di dalam terminal melainkan langsung dibawa keluar TPS Surabaya/ Truck Losing (sesuai SOP penanganan container IMO Class 1 eksplosive dan IMO Class 7 radio aktif) untuk penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

    Sebelumnya ada kabar jika pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ditutup. Imbas diduga peti kemas muatan cengkeh terkontaminasi cesium 137 (cs-137), sehingga dikembalikan oleh pihak Amerika Serikat. (ATK)

  • Terminal Peti Kemas Surabaya Terima Penghargaan Pajak PBB Teladan 2025

    Surabaya, kabarfokus.id

    PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak perusahaan Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), menerima penghargaan Wajib Pajak PBB Teladan Kota Surabaya Tahun 2025 dari Walikota Surabaya, Eri Cahyadi. Penghargaan diserahkan oleh Kepala UPTD Surabaya, Irfan Taufiq, B.Comm., M.Compstud kepada Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko TPS, Sapto Wasono Soebagio pada Kamis (18/9) di Kantor TPS.

    Penghargaan ini merupakan yang keempat kalinya sejak pertama kali diterima pada 2021. Sapto Wasono Soebagio, Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko TPS mengungkapkan bahwa penghargaan ini menjadi bukti atas konsistensi TPS dalam menerapkan prinsip GCG, khususnya dalam aspek akuntabilitas dan transparansi.

    Menurut Sapto, kepatuhan dan kedisiplinan TPS melaksanakan kewajiban perpajakan merupakan bentuk pelaksanaan tanggung jawab kepada negara.

    “Penghargaan ini semakin memperkuat komitmen kami untuk terus menerapkan prinsip GCG guna menguatkan reputasi dan kepercayaan pelanggan maupun para pemangku kepentingan,” ujar Sapto.

    Dalam kesempatan yang sama, Irfan Taufiq, Kepala UPTD Surabaya, mengapresiasi kedisiplinan TPS dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dengan nilai yang sangat signifikan. Bahkan, TPS dikenal selalu menyelesaikan kewajibannya sebelum batas waktu yang ditentukan, tanpa perlu adanya upaya penagihan.

    “TPS merupakan contoh teladan dalam hal kepatuhan pajak. TPS tidak membayar tepat waktu, tetapi membayar lebih awal dari tenggat waktu yang ditentukan,” ungkap Irfan.

    “Penghargaan ini menjadi dorongan bagi TPS untuk terus menjaga integritas dan akuntabilitas dalam menjalankan kewajiban perpajakan, sebagai wujud kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah dan keberlanjutan perusahaan”, tutup Sapto. (Az)

  • Sumur Bor TPS yang Topang Kebutuhan Air bersih 164 KK

    Pemekasan, kabarfokus.id

    PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus meneguhkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

    Salah satu inisiatif unggulan TPS adalah penyediaan akses air bersih dan sanitasi di Kabupaten Pamekasan, Madura. Sejak peluncuran tahun 2022 telah memberikan manfaat langsung bagi ratusan kepala keluarga.Program ini untuk mengatasi krisis air yang terjadi di Desa Sumberwaru, Pamekasan Madura.

    TPS membangun sumur bor sedalam 75 meter, tandon air, jaringan distribusi sepanjang 2.500 meter, serta fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK). Sebelumnya warga Desa Sumberwaru kerap mengalami krisis air bersih, terutama di musim kemarau panjang.

    Dengan adanya fasilitas ini, masyarakat tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara signifikan.

    Hingga 2024, jumlah penerima manfaat meningkat pesat dari 30 kepala keluarga (KK) di awal program menjadi 96 KK. Akses air bersih ini terbukti menggerakkan perekonomian lokal dengan peningkatan rata-rata pendapatan keluarga, sekaligus menekan risiko penyakit berbasis sanitasi.

    Keberhasilan program Alirkan Harapan ini mengantarkan TPS meraih penghargaan Community Involvement Development (CID) Bidang Lingkungan pada Pelindo TJSL Award 2024. Selain pengakuan Nasional, penghargaan tersebut juga membawa dukungan dana untuk perluasan program di Desa Sumberwaru.

    Dana tersebut kemudian dimanfaatkan untuk membangun sumur bor tambahan di Desa Sumberwaru, dilengkapi dengan jaringan pipanisasi terpisah dari sumur pertama.

    Sehingga total penerima manfaat sejak tahun 2022 sampai dengan tahun 2025 telah mencapai 164 KK.

    “Program ini adalah manifestasi nyata dari komitmen TPS untuk menciptakan kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat. Kami percaya akses air bersih dan sanitasi yang memadai adalah fondasi penting bagi kesehatan, kesejahteraan, dan produktivitas masyarakat,” ujar Erika A. Palupi, Sekretaris Perusahaan TPS.

    Erika juga menekankan pentingnya keberlanjutan. Karena itu dibentuk kelompok pengelola desa yang dibekali pelatihan dan panduan tata kelola agar fasilitas ini terjaga keberlangsungannya.

    Melalui inisiatif ini, TPS membuktikan bahwa peran perusahaan tidak hanya terbatas pada sektor kepelabuhanan, tetapi juga hadir sebagai mitra masyarakat dalam menghadirkan solusi atas krisis air bersih. (Az)

  • Ratusan Murid SD Antusias Belajar dan Melihat langsung Aktivitas Terminal Peti Kemas

    Surabaya, kabarfokus.id

    Sebanyak limaratusan murid dari SD Muhammadiyah IV Surabaya melakukan fun outing class dengan berkunjung ke PT Terminal Petikemas Surabaya.

    Kunjungan bertujuan memperluas wawasan dan pembelajaran yang menyenangkan serta menggali minat berkarya para siswa. Dengan tema “Aku Cinta Maritim Indonesia: Belajar Bersama Terminal Petikemas.”

    Kegiatan company visit ini dilaksanakan secara interaktif. Mereka juga diperkenalkan aspek keselamatan kerja, lingkungan, serta nilai-nilai kedisiplinan yang diterapkan dalam setiap aktivitas operasional di TPS, sesuai dengan kapasitasnya.

    Kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi program TJSL perusahaan di bidang pendidikan.

    “Kami bersyukur berkesempatan memberikan pengalaman belajar yang berbeda, di luar lingkungan sekolah. Dengan mengenalkan anak-anak pada dunia maritim dan logistik sejak dini, kami berharap dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, semangat belajar, serta wawasan baru tentang peran pelabuhan dalam kehidupan sehari-hari.” Ujar Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A. Palupi.

    Sementara itu pihak kepala sekolah mengapresiasi TPS yang membuka ruang edukasi bagi anak-anak.

    “Kegiatan seperti ini sangat berharga. Siswa kami bisa melihat secara langsung bagaimana pelabuhan berkontribusi terhadap perekonomian. Ini pengalaman nyata yang tak tergantikan oleh buku teks.” ungkap Kepala Sekolah Ustadz Edy Susanto M. Pd.

    Sebagai bagian dari Pelindo Group, TPS menjalankan program TJSL yang selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam peningkatan literasi dan kualitas pendidikan. (AZ)