Tag: Terminal petikemas surabaya

  • TPS Pastikan Kelancaran Operasional Menjelang Idul Fitri 1447 H

    TPS Pastikan Kelancaran Operasional Menjelang Idul Fitri 1447 H

    Kesiapan PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memasuki Idul Fitri (Foto: TPS)

    Surabaya, kabarfokus.id

    PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memastikan kesiapan operasional menghadapi periode Idul Fitri 1447 H melalui serangkaian langkah antisipatif yang mencakup pengaturan sandar kapal, kesiapan peralatan, penguatan SDM dan koordinasi lintas stakeholder terkait.

    TPS menerapkan Berth Allocation Strategy guna mempercepat proses sandar dan bongkar muat, serta mengoptimalkan pemanfaatan Integrated PnC (Planning and Control) sebagai pusat koordinasi operasional. Perusahaan juga menyiapkan peralatan bongkar muat, termasuk pengoperasian E‑RTG baru, untuk mendukung kelancaran arus receiving dan delivery.

    Penguatan kesiapan internal dilakukan melalui optimalisasi tenaga kerja, sarana dan fasilitas, pengaturan traffic control dan penegakan standar keselamatan kerja (HSSE). Koordinasi intensif dibangun bersama Bea Cukai, Karantina, Kepolisian serta pelaku usaha terkait untuk memastikan layanan terminal tetap berjalan tanpa hambatan sepanjang periode puncak.

    Senior Vice President Operasi Terminal, Didik Kurniawan, menyampaikan bahwa kesiapan menyeluruh menjadi kunci kelancaran operasional selama periode Lebaran.

    “Kami melakukan penataan jadwal sandar, penguatan peralatan serta peningkatan koordinasi dengan seluruh pihak. Tujuannya jelas, untuk memastikan aktivitas bongkar muat berlangsung tertib, aman dan tepat waktu meski terjadi peningkatan trafik,” ujarnya.

    Sebagai bagian dari mitigasi lonjakan aktivitas, TPS menyusun forecast BOR (Berth Occupancy Ratio) dan YOR (Yard Occupancy Ratio) serta menyiapkan pengaturan lapangan penumpukan melalui penggunaan Flexible Block, buffer block hingga pemanfaatan blok tambahan seperti W1–W4 dan area railway.

    Pelaksanaan PLP (Pemindahan Lokasi Penimbunan) juga akan dilakukan bekerja sama dengan Bea Cukai dan depo PLP. Saat ini kondisi YOR TPS masih dalam batas aman, yakni rata-rata 50,7%, dimana YOR impor 47,86% dan YOR ekspor 53,61%.

    TPS menegaskan komitmennya untuk menjaga kelancaran arus logistik nasional melalui pelayanan terminal yang aman, terukur dan responsif, terutama pada periode Lebaran. (AZ)

  • PT Terminal Petikemas Surabaya Perkuat Layanan Logistik Melalui Pembaruan Operasional dan Alat Bongkar Muat Handal

    PT Terminal Petikemas Surabaya Perkuat Layanan Logistik Melalui Pembaruan Operasional dan Alat Bongkar Muat Handal

    TPS perkuat layanaan melalui serangkaian pembaruan operasional dan penambahan fasilitas baru. (Foto: TPS)

    Surabaya, kabarfokus.id

    PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat perannya dalam meningkatkan kelancaran arus logistik nasional melalui serangkaian pembaruan operasional dan penambahan fasilitas baru.

    Dalam sebuah forum silaturahmi dan dialog yang berlangsung pada akhir bulan lalu di Gedung Administrasi TPS, Direktur Utama TPS, Wahyu Widodo, Direktur Operasi TPS, Noor Budiwan, serta Ketua DPW Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur, Sebastian Wibisono, menyampaikan bahwa hadirnya alat bongkar muat baru diproyeksikan dapat mendorong efisiensi logistik dan peningkatan kunjungan kapal secara bertahap.

    Sebagai upaya menjaga keseimbangan layanan di Pelabuhan Tanjung Perak, sebagian unit Container Crane (CC) juga dialokasikan ke Terminal Berlian. Langkah ini diharapkan dapat menghadirkan distribusi layanan yang lebih merata dan mendukung kelancaran operasional di kawasan pelabuhan.

    Menurut Sebastian Wibisono, pembaruan fasilitas ini memberikan angin segar bagi para pelaku logistik. Hampir seluruh peralatan bongkar muat kini merupakan unit baru yang siap mendukung proses pelayanan secara optimal.

    Ditambah lagi dengan adanya fasilitas tambahan seperti area fumigasi dan alat pemindai baik ekspor maupun impor yang telah dioperasikan, sehingga pemeriksaan barang dapat dilakukan dengan lebih cepat dan terintegrasi.Direktur Utama TPS, Wahyu Widodo, menegaskan pentingnya keterbukaan informasi.

    “TPS berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang transparan, modern dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa. Melalui website resmi TPS (web access), seluruh aktivitas operasional dapat dipantau secara real time,” ungkapnya.

    Ketua DPW ALFI Jawa Timur, Sebastian Wibisono, dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan apresiasi atas kesiapan fasilitas dan ritme kerja TPS yang dinilai semakin solid.

    “Sinergi antara pelaku usaha dan pengelola terminal menjadi kunci dalam menjaga kelancaran arus logistik di Jawa Timur,” ungkap Wibi, panggilan akrabnya.

    Direktur Operasi, Noor Budiwan, menambahkan bahwa TPS telah menerapkan pengaturan ritme kerja yang lebih adaptif, termasuk strategi pengendalian antrian jelang periode lebaran. Penyesuaian pola kerja saat sahur dan buka puasa diterapkan untuk memastikan kelancaran operasi.

    “Berkat komunikasi yang intensif dan koordinasi antarpihak, jumlah keluhan eksternal menurun signifikan. Selain itu, pemantauan terhadap forecast ekspor dan impor dilakukan secara berkala untuk memastikan fleksibilitas penggunaan area Container Yard (CY), baik inbound (peti kemas masuk) maupun outbound (peti kemas keluar)”, ujarnya.

    Noor juga menambahkan bahwa TPS telah kedatangan total 14 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) dalam tiga batch. Saat ini, empat unit RTG telah resmi beroperasi dan akan menyusul sepuluh RTG lainnya secara berthap sehingga memberikan kontribusi pada kelancaran layanan.

    Pada akhir bulan April nanti, TPS juga akan kedatangan 4 CC yang baru yang rencananya akan dioperasikan pertengahan tahun 2026.Dengan kedatangan alat baru ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja operasional sehingga layanan menjadi lebih efisien, mempersingkat waktu sandar kapal dan membuka peluang peningkatan terminal handling capacity. (AZ)

  • TPS ESG Journey: Kolaborasi Bersama Pengguna Jasa Demi Menguatkan Keberlanjutan Bank Sampah Gotong Royong

    TPS ESG Journey: Kolaborasi Bersama Pengguna Jasa Demi Menguatkan Keberlanjutan Bank Sampah Gotong Royong

    Bank Sampah Gotong Royong wujud nyata kolaborasi TPS bersama para pengguna jasa (Foto: TPS)

    Surabaya, kabarfokus.id

    PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak usaha dari Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung implementasi prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) melalui penyerahan kendaraan operasional bagi Bank Sampah “Gotong Royong” di RW 03 Kelurahan Perak Barat, Surabaya.

    Kendaraan operasional pengangkut sampah yang diserahkan kepada Bank Sampah Gotong Royong menjadi wujud nyata kolaborasi TPS bersama para pengguna jasa dalam memperkuat keberlanjutan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

    Dukungan ini merupakan hasil dari kebersamaan dalam kegiatan Fun Trekking Move with Purpose yang diselenggarakan pada peringatan HUT ke-26 TPS tahun 2025, dimana setiap kilometer perjalanan peserta dikonversi menjadi sejumlah dana yang selanjutnya digunakan dalam kegiatan pelestarian lingkungan.

    Melalui semangat TPS ESG Journey with Customer, setiap langkah yang ditempuh bersama tersebut kini dihadirkan dalam bentuk dukungan konkret yang memberikan dampak langsung bagi warga. Kehadiran kendaraan operasional ini diharapkan mampu mempermudah proses pengumpulan sampah terpilah dari rumah ke rumah, atau nasabah bank sampah selain dari rumah warga, memperluas jangkauan layanan penjemputan dari nasabah hingga Bank Sampah di tingkat RT, serta memperlancar distribusi sampah ke gudang penyimpanan.

    Dengan operasional yang semakin optimal, Bank Sampah Gotong Royong diharapkan dapat meningkatkan volume sampah terpilah yang dikelola sekaligus menciptakan nilai ekonomi dan manfaat lingkungan yang lebih luas.Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menyampaikan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), khususnya pada pilar lingkungan.

    “Penyerahan kendaraan operasional ini menjadi kelanjutan dari semangat ESG Journey yang kami bangun bersama pelanggan dan stakeholder. Kami berharap fasilitas ini dapat semakin memperkuat kapasitas Bank Sampah Gotong Royong sebagai ruang bertumbuh sekaligus ruang kolaborasi menuju pengelolaan sampah yang lebih modern, produktif, ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujarnya.

    Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa setiap rangkaian ESG Journey tidak berhenti sebagai simbol komitmen, tetapi terus diupayakan menjadi aksi nyata yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh lingkungan dan masyarakat sekitar pelabuhan.

    “Bersama pelanggan dan masyarakat, kami ingin menumbuhkan lebih banyak langkah kebaikan—menjaga langit tetap biru dan lingkungan tetap hijau,” demikian Erika menambahkan.

    Bank Sampah Gotong Royong sendiri merupakan hasil kolaborasi TPS bersama Subholding Pelindo Terminal Petikemas yang diinisiasi sejak tahun 2024 melalui dialog partisipatif dengan warga. Program ini terus diperkuat melalui penyediaan fasilitas gudang, alat pres, pelatihan pengelolaan sampah, hingga integrasi dengan aplikasi Sistem Kelola Sampah (SIKELAPA).

    Melalui dukungan kendaraan operasional ini, program pengelolaan sampah di RW 3 Perak Barat diharapkan semakin berkembang, tidak hanya dalam meningkatkan kualitas lingkungan, tetapi juga membuka peluang manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa perjalanan ESG TPS tumbuh melalui kebersamaan—dari langkah yang ditempuh bersama, menjadi dampak yang dirasakan bersama. (AZ)

  • PT Terminal Petikemas Surabaya Tanam 120 Bibit Pohon Pinus di Coban Talun sebagai Komitmen Pelestarian Lingkungan

    PT Terminal Petikemas Surabaya Tanam 120 Bibit Pohon Pinus di Coban Talun sebagai Komitmen Pelestarian Lingkungan

    Penanaman 120 bibit pohon pinus oleh PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS)

    Surabaya, kabarfokus.id

    PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian alam melalui kegiatan penanaman 120 bibit pohon pinus pada Sabtu (31/1) di kawasan Coban Talun, Kota Batu. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan mitigasi perubahan iklim.

    Kegiatan ini melibatkan partisipasi segenap Direksi dan Pekerja TPS yang dilaksanakan sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian alam. Keterlibatan seluruh unsur perusahaan menjadikan kegiatan ini tidak hanya sebagai kegiatan pelestarian lingkungan, tetapi juga momentum penguatan kebersamaan dan budaya positif di internal perusahaan.

    Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menyampaikan bahwa penanaman pohon merupakan langkah konkret yang konsisten dilakukan TPS untuk menjaga keseimbangan lingkungan, khususnya di wilayah Jawa Timur.

    “Penanaman 120 bibit pohon pinus ini adalah bentuk komitmen TPS dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus kontribusi untuk meminimalkan dampak perubahan iklim. Kami melibatkan seluruh pekerja karena pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama,” ungkapnya.

    Coban Talun dipilih sebagai lokasi penanaman karena merupakan kawasan wisata alam yang memerlukan penguatan vegetasi untuk menjaga struktur tanah, memperbanyak area resapan air, serta meningkatkan kualitas udara. Pohon pinus sendiri memiliki daya adaptasi tinggi dan mampu memberikan manfaat ekologis jangka panjang.

    Kegiatan yang berlangsung sejak pagi ini juga diisi dengan sesi edukasi lingkungan, sharing tentang manfaat pohon bagi keseimbangan ekosistem serta komitmen bersama untuk terus menjaga keberlanjutan alam. Suasana kebersamaan antara Direksi dan Pekerja TPS sangat terasa, membuat kegiatan ini berjalan dengan penuh antusiasme.

    PT Terminal Petikemas Surabaya berkomitmen untuk terus melaksanakan berbagai inisiatif sosial dan lingkungan yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya terkait aksi iklim, ekosistem daratan dan kehidupan yang berkelanjutan. (AT)

  • Menanam Harapan di Pesisir: Upaya TPS Sejahterakan Petani Lewat Pembibitan 10.000 Mangrove

    Menanam Harapan di Pesisir: Upaya TPS Sejahterakan Petani Lewat Pembibitan 10.000 Mangrove

    Pembibitan 10.000 mangrove TPS bersama petani pesisir (Foto: Humas TPS)

    Surabaya, kabarfokus.id

    Di balik kokohnya akar mangrove yang melindungi pesisir dari abrasi, tersimpan kisah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui program keberlanjutan bertajuk “Menanam Harapan Menjaga Keberlanjutan”, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) membuktikan bahwa pemulihan ekosistem bisa berjalan selaras dengan pemberdayaan ekonomi warga lokal.

    Bekerja sama dengan Kelompok Petani Mangrove Kompak Mandiri Lestari, anak usaha Pelindo Terminal Petikemas ini menginisiasi pembibitan 10.000 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata. Program ini hadir sebagai solusi konkret bagi para petani dan nelayan yang kerap menghadapi ketidakpastian pendapatan akibat perubahan iklim.

    Oase Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Cuaca

    Bagi masyarakat pesisir, ketergantungan pada hasil laut sering kali membawa risiko ekonomi, terutama saat cuaca buruk melanda. Moch. Toha, salah satu anggota kelompok tani, menceritakan bagaimana program pembibitan ini menjadi penyambung hidup keluarganya.

    “Kalau melaut tidak selalu bisa setiap hari. Dengan pembibitan mangrove, kami tetap punya penghasilan. Hasilnya bisa membantu biaya sekolah anak dan kebutuhan sehari-hari,” ujar Toha dengan optimis.

    Setiap tahapan pembibitan—mulai dari pengumpulan propagul hingga perawatan harian—kini menjadi lapangan kerja baru yang berbasis kearifan lokal. Hal senada diungkapkan oleh Ketua Kelompok Kompak Mandiri Lestari, Shodiq Machfudz. Ia merasa keterlibatan ini memberikan rasa bangga bagi para petani.

    “Kami merasa dipercaya sebagai mitra. Mangrove yang kami rawat bukan hanya untuk lingkungan, tetapi menjadi bagian dari masa depan keluarga kami,” kata Shodiq.

    Standar Profesional dan Kemandirian EkonomiTPS tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi juga memastikan proses pembibitan dilakukan secara profesional. Melalui pendampingan teknis, keterampilan para petani ditingkatkan agar mampu menghasilkan bibit berkualitas tinggi sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi mereka.

    Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A. Palupi, menegaskan bahwa indikator keberhasilan program ini bukan hanya soal angka bibit yang tertanam, melainkan perubahan kualitas hidup masyarakat.

    Visi Keberlanjutan TPS:

    Pemulihan Lingkungan, sebagai penyerap karbon biru dan benteng abrasi. Kesejahteraan Sosial, dengan Meningkatkan pendapatan dan keterampilan petani. Ekonomi Hijau, dengan membuka peluang bagi petani masuk dalam rantai nilai restorasi pesisir.

    “Bagi TPS, keberlanjutan sejati adalah ketika lingkungan pulih dan masyarakatnya sejahtera. Kami ingin petani memiliki pendapatan yang lebih baik dan masa depan yang lebih pasti,” jelas Erika.

    Target Tanam 2026Bibit-bibit hasil jerih payah petani ini ditargetkan siap tanam pada April 2026. Nantinya, bibit tersebut akan didistribusikan untuk merehabilitasi kawasan pesisir Surabaya serta wilayah lain yang membutuhkan.TPS juga membuka pintu kolaborasi bagi berbagai pihak yang ingin berkontribusi dalam aksi lingkungan, dengan tetap menempatkan petani lokal sebagai mitra utama.

    “Keberlanjutan bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi tentang membangun kehidupan yang lebih baik. Kami ingin menumbuhkan ekonomi masyarakat pesisir yang lebih tangguh dan bermartabat,” tutup Erika. (KF)