Author: Redaksi

  • Tekan Angka Curanmor, Polsek Pakal Luncurkan Inovasi ‘RANMOR PAKAL’ Berbasis Remote Control​

    Tekan Angka Curanmor, Polsek Pakal Luncurkan Inovasi ‘RANMOR PAKAL’ Berbasis Remote Control​

    Inovasi sistem pengamanan kendaraan bernama RANMOR PAKAL (Foto: Polsek Pakal)

    Surabaya, kabarfokus.id

    Maraknya tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah pemukiman dan rumah kos menjadi perhatian serius jajaran kepolisian. Menanggapi keresahan masyarakat tersebut, Polsek Pakal Polrestabes Surabaya resmi meluncurkan inovasi sistem pengamanan kendaraan bernama RANMOR PAKAL (Remote Anti Maling Motor Pakal System).

    ​Inovasi ini lahir sebagai langkah responsif terhadap tingginya kerawanan curanmor di titik-titik krusial seperti kawasan kontrakan, jalan umum, hingga area parkir di Kecamatan Pakal. Polisi mengidentifikasi bahwa kelengahan pemilik seperti lupa mencabut kunci atau tidak adanya pengamanan ganda. Hal ini sering kali menjadi celah yang dimanfaatkan pelaku.​Inovasi Murah dan Efektif​

    Kapolsek Pakal, AKP Mulya Sugiharto, S.I.K., menjelaskan bahwa RANMOR PAKAL dirancang dengan konsep yang sederhana namun memiliki dampak pencegahan yang signifikan. Sistem ini menggunakan teknologi remote control tambahan yang terintegrasi dengan kelistrikan kendaraan.​”Kami melihat modus operandi pelaku curanmor kini semakin adaptif. Oleh karena itu, strategi preventif kita juga harus inovatif. RANMOR PAKAL hadir sebagai solusi bagi masyarakat untuk mendapatkan sistem pengamanan tambahan yang efektif namun dengan biaya yang sangat terjangkau,” ujar AKP Mulya Sugiharto

    ​Ia menambahkan bahwa gerakan ini merupakan implementasi dari visi Polri Presisi serta tindak lanjut arahan Kapolrestabes Surabaya, KBP Dr. Luthfie Sulistiawan, S.I.K., M.H., M.Si., yang menekankan bahwa keamanan lingkungan adalah prioritas utama. Mendorong Partisipasi Masyarakat​Keunggulan utama dari inovasi ini adalah sifatnya yang aplikatif.

    Polsek Pakal berharap sistem ini dapat diadopsi secara luas oleh warga, terutama mereka yang tinggal di area padat penduduk.​

    “Keamanan bukan hanya soal penindakan hukum (represif), tapi bagaimana kita menekan potensi kejahatan itu sejak dini. Dengan sistem remote ini, kendaraan memiliki lapis perlindungan ekstra yang menyulitkan pelaku meski mereka berhasil merusak rumah kunci,” tambah AKP Mulya.​

    Dengan hadirnya RANMOR PAKAL, Polsek Pakal berharap tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian semakin meningkat. Kehadiran Polri yang adaptif dan solutif diharapkan mampu menciptakan rasa aman yang nyata di tengah dinamika sosial masyarakat Surabaya. (SJ)

  • PT Terminal Petikemas Surabaya Tanam 120 Bibit Pohon Pinus di Coban Talun sebagai Komitmen Pelestarian Lingkungan

    PT Terminal Petikemas Surabaya Tanam 120 Bibit Pohon Pinus di Coban Talun sebagai Komitmen Pelestarian Lingkungan

    Penanaman 120 bibit pohon pinus oleh PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS)

    Surabaya, kabarfokus.id

    PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian alam melalui kegiatan penanaman 120 bibit pohon pinus pada Sabtu (31/1) di kawasan Coban Talun, Kota Batu. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan mitigasi perubahan iklim.

    Kegiatan ini melibatkan partisipasi segenap Direksi dan Pekerja TPS yang dilaksanakan sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian alam. Keterlibatan seluruh unsur perusahaan menjadikan kegiatan ini tidak hanya sebagai kegiatan pelestarian lingkungan, tetapi juga momentum penguatan kebersamaan dan budaya positif di internal perusahaan.

    Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menyampaikan bahwa penanaman pohon merupakan langkah konkret yang konsisten dilakukan TPS untuk menjaga keseimbangan lingkungan, khususnya di wilayah Jawa Timur.

    “Penanaman 120 bibit pohon pinus ini adalah bentuk komitmen TPS dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus kontribusi untuk meminimalkan dampak perubahan iklim. Kami melibatkan seluruh pekerja karena pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama,” ungkapnya.

    Coban Talun dipilih sebagai lokasi penanaman karena merupakan kawasan wisata alam yang memerlukan penguatan vegetasi untuk menjaga struktur tanah, memperbanyak area resapan air, serta meningkatkan kualitas udara. Pohon pinus sendiri memiliki daya adaptasi tinggi dan mampu memberikan manfaat ekologis jangka panjang.

    Kegiatan yang berlangsung sejak pagi ini juga diisi dengan sesi edukasi lingkungan, sharing tentang manfaat pohon bagi keseimbangan ekosistem serta komitmen bersama untuk terus menjaga keberlanjutan alam. Suasana kebersamaan antara Direksi dan Pekerja TPS sangat terasa, membuat kegiatan ini berjalan dengan penuh antusiasme.

    PT Terminal Petikemas Surabaya berkomitmen untuk terus melaksanakan berbagai inisiatif sosial dan lingkungan yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya terkait aksi iklim, ekosistem daratan dan kehidupan yang berkelanjutan. (AT)

  • Seoul-Mate Got Talents: Ajang Pencarian Bakat Seni dan Hiburan Sukses Digelar di Aston Inn Jemursari Surabaya

    Seoul-Mate Got Talents: Ajang Pencarian Bakat Seni dan Hiburan Sukses Digelar di Aston Inn Jemursari Surabaya

    Seoul-Mate Got Talents: Ajang Pencarian Bakat Muda di Aston Inn Jemursari Surabaya (Foto: kabarfokus.id)

    Surabaya, kabarfokus.id

    Acara ini menjadi ajang pencarian bakat anak muda sekaligus menandai dimulainya program kuliner bertajuk 60 Seconds to Seoul, sebuah program dari Archipelago yang akan berlangsung selama enam (6) bulan ke depan di seluruh jaringan hotel Archipelago, termasuk Aston Inn Jemursari.

    Seoul-Mate Got Talents terselenggara berkat kolaborasi antara Aston Inn Jemursari dan GemukaInd (Gerakan Komunitas Kreatif Inovatif Indonesia) yang dipimpin oleh Ghita, yang akrab disapa Ghita. Event ini menjadi ruang ekspresi kreatif sekaligus wadah pengembangan potensi generasi muda di bidang seni dan hiburan.

    Sebanyak 33 peserta turut ambil bagian dan menunjukkan antusiasme luar biasa dengan menampilkan beragam performa terbaik, mulai dari menyanyi, dance cover K-Pop, hingga fashion show.

    Suasana acara yang dimulai dari pukul 13.00 sampai dengan pukul 16.00 berlangsung meriah dengan dukungan penuh dari penonton dan komunitas kreatif yang hadir.

    Sebagai bagian dari peluncuran resmi 60 Seconds to Seoul, seluruh peserta mendapatkan kesempatan mencicipi menu khas Korea yang menjadi andalan program ini, di antaranya Gangnam Hot Chicken dan Cheongju Popcorn Chicken.

    Program 60 Seconds to Seoul menghadirkan pengalaman kuliner Korea yang autentik, modern, dan penuh cita rasa, sejalan dengan tren gaya hidup masa kini.

    Pada ajang Seoul-Mate Got Talents ini, Michelle Samantha yang menampilkan dance cover K-Pop berhasil meraih Juara 1, mengungguli peserta lainnya dengan penampilan yang memukau.

    Para pemenang mendapatkan berbagai hadiah menarik berupa uang tunai, voucher kamar, voucher sarapan pagi, trofi, serta bingkisan spesial yang dipersembahkan oleh Aston Inn Jemursari, yang dikenal sebagai Smart Hotel pertama di Jawa Timur.

    Melalui Seoul-Mate Got Talents dan program 60 Seconds to Seoul, Aston Inn Jemursari menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi, pengalaman menginap yang berkesan, serta program lifestyle dan kuliner yang relevan dengan generasi masa kini. (AZ)

  • Pelindo Terminal Petikemas Selenggarakan Pelatihan Basic Life Support (BLS) di Terminal Petikemas Surabaya

    Pelindo Terminal Petikemas Selenggarakan Pelatihan Basic Life Support (BLS) di Terminal Petikemas Surabaya

    Pelatihan Basic Life Support (BLS) di Terminal Petikemas Surabaya (Foto: Humas TPS)

    Surabaya, kabarfokus.id

    Dalam rangka mendukung program Bulan K3 Nasional Tahun 2026, Pelindo Terminal Petikemas melalui Direktorat Operasi menyelenggarakan Pelatihan Basic Life Support (BLS) di Ruang Toba, Gedung Customer Service (Gedung Lama) Lantai 2, Terminal Petikemas Surabaya.

    Kegiatan ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan pekerja terhadap kondisi darurat di lingkungan kerja. Pelatihan yang dilaksanakan pada Kamis (29/1) ini diikuti oleh 30 orang peserta yang berasal dari berbagai unit kerja di area Surabaya, meliputi PT Pelindo Terminal Petikemas, Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Terminal Teluk Lamong (TTL) dan unit kerja lainnya yang tercantum dalam surat perintah resmi.

    Peserta terdiri dari personel Health, Safety, Security and Environment (HSSE) hingga Petugas Operasional, yang berperan penting dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman dan responsif terhadap potensi insiden. Pelatihan Basic Life Support merupakan kemampuan mendasar yang penting dimiliki oleh pekerja, terutama dalam industri kepelabuhanan yang memiliki dinamika operasional tinggi.

    Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk memberikan pertolongan pertama yang efektif, termasuk penanganan kondisi henti napas dan henti jantung, hingga penggunaan peralatan keselamatan dasar.

    Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pelindo Terminal Petikemas berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan keahlian yang diperoleh, sekaligus memperkuat budaya K3 di lingkungan kerja. Program ini juga menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan untuk meningkatkan kesadaran, kesiapan, dan respon cepat terhadap situasi darurat, sehingga operasional dapat berjalan secara aman dan berkelanjutan.

    Plh. Sekretaris Perusahaan TPS, Pragola Jiwa Suryanto, menyampaikan bahwa Pelatihan Basic Life Support ini merupakan bagian penting dari komitmen TPS untuk memperkuat budaya K3 di lingkungan kerja. Dengan dinamika operasional industri kepelabuhanan yang sangat tinggi, setiap insan perusahaan perlu memiliki kemampuan dasar dalam memberikan pertolongan pertama pada kondisi darurat.

    Melalui pelatihan ini, TPS berharap seluruh peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan keahlian tersebut secara cepat dan tepat di lapangan.

    “Kegiatan ini juga selaras dengan arahan Pelindo Group dalam rangka Bulan K3 Nasional 2026. Kami percaya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia adalah faktor kunci dalam menciptakan operasional yang aman, andal dan berkelanjutan. TPS bersama Pelindo Terminal Petikemas akan terus mendorong peningkatan kompetensi pekerja, sehingga standar keselamatan dan keamanan kerja dapat terjaga dengan baik di seluruh area terminal,” ujarnya. (AT)

  • Bazar Motor Polrestabes Surabaya: 66 Motor Sudah Kembali ke Pemilik, Wujud Pengayoman Kepolisian

    Bazar Motor Polrestabes Surabaya: 66 Motor Sudah Kembali ke Pemilik, Wujud Pengayoman Kepolisian

    Kebahagiaan warga saat motornya kembali berkat basar Polrestabes Surabaya (Foto: kabarfokus.id)

    Surabaya, kabarfokus.id

    Kabar gembira menyelimuti warga yang kehilangan kendaraan bermotornya. Hingga hari kedelapan gelaran Bazar Motor Polrestabes Surabaya, sebanyak 66 unit motor telah berhasil dibawa pulang oleh pemilik sahnya tanpa dipungut biaya sepeser pun.​

    Dari total 1.050 unit motor yang dipamerkan dalam program ini, antusiasme warga tidak hanya datang dari Surabaya, namun hingga wilayah luar kota seperti Banten.

    Salah satu warga Sidokapasan, Surabaya, bernama Nur, tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Motor miliknya yang hilang satu tahun lalu akhirnya kembali ke pelukannya.​ Nur menceritakan bahwa motornya bukan dicuri oleh orang asing, melainkan dibawa lari oleh orang terdekat.​

    “Dulu motor itu dipinjam tetangga, tapi tidak kembali. Ternyata malah dijual. Saya tahu informasi bazar ini dari media sosial, lalu saya cek ke sini (Polrestabes). Alhamdulillah, ketemu,” ujar Nur dengan nada lega.​

    Berbeda dengan Nur, motor Sairi sudah satu tahun berada di Mapolrestabes Surabaya karena terjaring tilang saat digunakan cucunya untuk sekolah. ​

    Sairi mengaku selama ini sengaja tidak mengambil motor tersebut karena terkendala biaya denda tilang. Namun, melalui program bazar ini, ia bisa membawa pulang motornya secara cuma-cuma.​

    “Senang sekali bisa ambil motor karena sudah satu tahun ditilang. Dulu tidak saya ambil karena tidak ada biaya. Ternyata sekarang ambilnya gratis, tidak ada biaya sepeser pun,” kata Sairi.

    ​Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk mengembalikan hak masyarakat atas kendaraan mereka. Dari total 1.050 unit yang tersedia, masih banyak kendaraan yang menunggu pemiliknya.

    ​”Sampai hari kedelapan ini, sudah 66 unit motor yang diambil oleh pemiliknya,” terang AKP Hadi.​

    Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan motor atau kendaraannya pernah ditilang dan belum diambil untuk segera mengecek daftar kendaraan yang ada.

    ​”Masyarakat bisa mengecek langsung ke lokasi bazar di Mapolrestabes Surabaya atau memantau media sosial kami. Silakan cek nomor rangka dan nomor mesinnya. Pastikan membawa dokumen bukti kepemilikan,” tambahnya. (AZ)

  • Satres PPA-PPO Dibentuk, Pemkot-Polrestabes Surabaya Perkuat Perlindungan Anak dan Perempuan

    Satres PPA-PPO Dibentuk, Pemkot-Polrestabes Surabaya Perkuat Perlindungan Anak dan Perempuan

    Surabaya, kabarfokus.id

    Kolaborasi Pemkot Surabaya dan Polrestabes Diperkuat Lewat Satres PPA-PPOPemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Polrestabes Surabaya menegaskan komitmen untuk memperkuat kolaborasi dalam perlindungan anak dan perempuan.

    Komitmen tersebut seiring dengan resmi dibentuknya Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Satres PPA-PPO) Polrestabes Surabaya.

    Hal tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau pelaksanaan Bazar Kendaraan Bermotor (Ranmor) di Polrestabes Surabaya, Kamis (23/1/2026) sore. Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, pembentukan Satres PPA-PPO menjadi langkah penting untuk memperkuat program perlindungan perempuan dan anak di Kota Pahlawan.

    “Alhamdulillah di Polrestabes sekarang itu ada Kasat (Kepala Satuan) baru yang berhubungan dengan perempuan dan anak. Sehingga nanti program kita untuk perempuan dan anak itu bisa lebih masif lagi,” ujar Wali Kota Eri.

    Ia menjelaskan, Pemkot Surabaya juga memiliki program khusus untuk membantu perempuan pengemudi ojek online (ojol) agar tidak membawa anak saat bekerja. Sebab, hal itu akan berisiko membahayakan keselamatan anak di jalan.

    “Kita juga punya program agar perempuan-perempuan yang ojol, kami bisa berikan bantuan agar anaknya tidak diajak untuk bekerja,” jelasnya.

    Wali Kota Eri menuturkan, program tersebut berawal dari temuan seorang pengemudi ojol yang membawa anaknya saat bekerja.

    “Pada waktu itu Pak Kapolres (sedang) makan, ada driver Ojol yang kehilangan helm. Ditanyalah sama Pak Kapolres, nah ternyata (driver itu) juga mengajak putranya,” tuturnya.

    Menurutnya, anak tersebut masih berusia empat tahun dan berpotensi mengalami bahaya jika terus diajak bekerja di jalan. “Ketika mengajak putranya, maka kita berkoordinasi, anak ini tadi saya panggil ibunya agar tidak lagi membawa anaknya bekerja, kan bahaya,” katanya.

    Pemkot Surabaya kemudian memberikan solusi dengan memfasilitasi pendidikan dan penitipan anak kepada Ojol tersebut. “Anaknya umur 4 tahun. Alhamdulillah kita sekolahkan di PAUDnya pemerintah kota, yang kita juga ada penitipan,” ujarnya.

    Karena itu, Wali Kota Eri menyebut, ke depan pemkot akan berkolaborasi dengan Satres PPA-PPO Polrestabes Surabaya untuk memberikan imbauan kepada seluruh pengemudi ojol perempuan agar tidak membawa anak saat bekerja.

    “Sehingga saya juga menyampaikan untuk Kepala Dinas Perempuan dan Anak, nanti dengan Kasat PPA-PPO Polrestabes Surabaya agar mengundang seluruh ojol wanita untuk memberikan imbauan agar tidak mengajak anak saat bekerja,” katanya.

    Ia menyebutkan, Pemkot Surabaya telah menyiapkan fasilitas penitipan anak, khususnya bagi para pengemudi ojol perempuan. Menurutnya, langkah tersebut bertujuan untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi anak.

    “Pemerintah kota akan berkolaborasi untuk itu, baik sekolahnya maupun penitipan anaknya. Sehingga anak ini akan merasakan kenyamanan dan ketenangan dan tidak bahaya,” imbuhnya.Ia pun menyampaikan apresiasi dan selamat kepada Polrestabes Surabaya atas pelantikan Kasat PPA-PPO yang baru.

    “Saya matur nuwun (terima kasih) Pak Kapolres, karena hari ini baru dilantik Kasat-nya. Semoga dengan (Satres) perempuan dan anak ini, akan ada perlindungan anak dan perempuan lebih masif di Kota Surabaya,” harapnya.

    Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program Pemkot Surabaya melalui kolaborasi Satres PPA-PPO yang baru dibentuk. “Tentu saya akan minta untuk Bu Kasat yang baru agar segera berkolaborasi dengan timnya Pak Wali Kota dalam rangka mendukung program beliau. Untuk menciptakan Kota Surabaya yang ramah anak dan perempuan,” pungkas Luthfie. (AG)

  • Membaca “Benteng Pangan, Pertahanan Bangsa” di Tengah Geopolitik dan Krisis Global

    Membaca “Benteng Pangan, Pertahanan Bangsa” di Tengah Geopolitik dan Krisis Global

    Peluncuran Buku “Benteng Pangan, Pertahanan Bangsa” karya Joko Sukoyo (Foto: kabarfokus.id)

    Jakarta, kabarfokus.id

    “Benteng Pangan, Pertahanan Bangsa” karya Joko Sukoyo adalah buku penting yang hadir pada saat yang tepat. Di tengah dunia yang semakin bergejolak akibat krisis iklim, konflik geopolitik, dan disrupsi rantai pasok global, buku ini mengingatkan kita pada satu kebenaran mendasar: pangan bukan sekadar urusan produksi, melainkan fondasi kedaulatan dan pertahanan bangsa.

    Keunggulan utama buku ini terletak pada kemampuannya meluruskan kekeliruan konseptual yang selama ini kerap terjadi dalam diskursus publik. Dengan bahasa yang jernih dan argumentasi yang kokoh, penulis membedakan secara tegas antara swasembada pangan, ketahanan pangan, keamanan pangan, dan kedaulatan pangan – empat istilah yang sering dipertukarkan secara serampangan, padahal memiliki makna, implikasi kebijakan, dan konsekuensi strategis yang sangat berbeda.

    Buku ini memberi pencerahan bahwa swasembada tidak otomatis berarti berdaulat, dan ketersediaan pangan tidak serta-merta menjamin ketahanan bangsa. Ketahanan pangan, sebagaimana ditunjukkan dalam buku ini, adalah sistem yang hidup, mencakup produksi, distribusi, akses, keterjangkauan, keberlanjutan, serta kemampuan negara bertahan menghadapi krisis.

    Lebih jauh, kedaulatan pangan ditempatkan sebagai dimensi politik tertinggi, di mana bangsa berhak menentukan sistem pangannya sendiri tanpa tekanan eksternal. Yang membuat buku ini semakin relevan adalah keberaniannya menempatkan pangan sebagai bagian dari strategi politik global. Dalam dunia hari ini, pangan telah menjadi instrumen kekuasaan, sumber pengaruh, bahkan alat tekanan antarnegara.

    Dalam konteks inilah, buku ini secara tepat memosisikan ketahanan pangan sebagai bentuk pertahanan non-militer yang paling nyata dan paling mendasar. “Benteng Pangan, Pertahanan Bangsa” bukan sekadar bacaan popular-akademik, melainkan rujukan strategis bagi pembuat kebijakan, akademisi, pelaku usaha pangan, dan siapa pun yang peduli pada masa depan Indonesia.

    Buku ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi mengubah cara pandang: bahwa menjaga pangan berarti menjaga keberlangsungan bangsa dan peradabannya. (LG)

  • Sekolah Rakyat Unesa:  Bekali Siswa Multi Softskill Seperti Keterampilan Bahasa, Digitalisasi, Hingga Kewirausahaan

    Sekolah Rakyat Unesa: Bekali Siswa Multi Softskill Seperti Keterampilan Bahasa, Digitalisasi, Hingga Kewirausahaan

    Sekolah Rakyat Menengah Atas XXI Unesa Surabaya bekali para siswa secara multi softskill (Foto: kabarfokus.id)

    Surabaya, kabar fokus.id

    Sekolah Rakyat Menengah Atas XXI Unesa Surabaya bekali para siswa secara multi softskill. Pembekalan bermacam kemampuan seperti keterampilan bahhasa, digitalisasi, kewirausahaan dan karakter building diharapkan bisa menjadi bekal para siswa setelah lulus dari Sekolah Rakyat.

    Pelaksanaan Sekolah Rakyat di negeri ini sudah berjalan lebih dari 6 bulan. Berbagai metode pembelajaran dan sarana prasarana terus di kembangkan hingga kini. Seperti yang terlihat di Sekolah Rakyat Menengah Atas XXI Unesa Surabaya.

    Di sekolah Rakyat ini menampung 100 siswa dan terbagi ke dalam 4 rombongan belajar atau rombel. Selain diajari pendidikan konvensional pada umumnya saat di kelas, para siswa juga menjalani kehidupan asrama dan diajarkan materi keasramaan, serta karakter building yang bisa dibentuk di asrama dengan rasa tangung jawab dan kedispilinan.

    Selain itu selama di kelas, para siswa juga di ajari berbagai multi softskill seperti keterampilan bahasa, digitalisasi, kewirausahaan dan karakter building yang diharapkan bisa menjadi bekal para siswa setelah lulus dari Sekolah Rakyat.

    Koordinator Sekolah Rakyat Unesa, Mufarrihul Hazin mengatakan, Sekolah Rakyat yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto ini sudah berjalan dengan baik dan efektif, khususnya yang ada di Unesa Surabaya. Pasalnya dengan adanya Sekolah Rakyat ini berdampak positif bagi keluarga yang kurang mampu secara finansial.

    Karena itu lulusan Sekolah Rakyat Unesa ini di targetkan bisa melanjutkan kuliah lewat jalur beasiswa di Unesa.

    “Sekolah Rakyat sudah digagas Presiden prabowo, ini sudah berjalan dengan baik dan efektif khususnya di Unesa. Sekolah Rakyat berdampak positif bagi pada siswa yang kurang mampu, dan Sekolah Rakyat spesial didesain tidak hanya sekolah saja, tapi di desain didalamnya soal pemecahan permasalahan sosial.” Ujar Mufarrihul

    Mereka yang bisa masuk Sekolah Rakyat hanya keluarga dari kurang mampu. Di Sekolah Rakyat di desain kurikulum nasional di sekolah, di asrama di desain softskill. Di targetkan lulusan Sekolah Rakyat bisa mendapatkan beasiswa kuliah di Unesa.

    Sementara itu Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas XXI Unesa Surabaya, Prapti Wardani menuturkan, aktivitas pembelajaran para siswa di Sekolah Rakyat ini seperti pada umumnya sekolahan. Namun para siswa juga dibekali berbagai softskill saat di asrama. Kedepan, untuk para lulusan Sekolah Rakyat akan bekerjasama dengan berbagai perusahaan dalam negeri maupun luar negeri. Bagi yang ingin melanjutkan kuliah akan di fasilitasi beasiswa di Unesa.

    “Aktivitas pembelajaran para siswa di lakukan di sekolah dan di asrama. Di sekolah seperti biasanya pukul 07.00 WIB sudah masuk, setelah memasuki sore mereka pulang ke asrama. Pembelajaran d sekolaha juga dibekali softskill pembelajaran digitalisasi. Selama di asrama, otomatis ada materi keasramaan, karakter building yang bisa dibentuk di asrama dengan rasa tangung jawab dan kedispilinan. ” Kata Prapti

    Kalau di sekolah seperti biasa, juga diberi softskill seperti keterampilan bahasa, digitalisasi dan kewirausahaan. kedepan akan bekerjasama dengan BUMN, perusaahaan umum dalam negeri dan luar negeri bagi yang tidak melanjutkan kejenjang selanjutnya.

    “Di sini kita bisa belajar tentang toleransi, persatuan, peduli lingkungan, digitalisasi. Disni kita juga bisa memahami digitalisasi. Harapannya dengan adanya Sekolah Rakyat ini semoga bisa membantu masyarakat yangkurang mampu, apalagi cita-cita saya ingin jadi dokter, sehingga saya harus bisa fokus belajar dan bersekolah,” tutur Naisyila Safa, Siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas XXI Unesa Surabaya.

    Sekolah Rakyat di Surabaya dirancang berbeda dengan sekolah umum, terutama dari sisi pendekatan pembinaan dan pola hidup siswa. Selain mengikuti kurikulum akademik yang serupa dengan sekolah reguler, para siswa tinggal di asrama, menjalani jadwal harian yang terstruktur, serta dibentuk karakternya melalui disiplin, empati, toleransi, dan kebersamaan. Setiap hari mereka mengikuti program penguatan nilai keagamaan dan karakter melalui aktivitas wajib seperti beribadah, berolahraga, hingga makan bersama. (AG)

  • 2.300 Lebih Penumpang Kereta Api Melakukan Pengembalian Tiket Akibat Banjir Pekalongan

    2.300 Lebih Penumpang Kereta Api Melakukan Pengembalian Tiket Akibat Banjir Pekalongan

    Penumpang kereta di Stasiun Pasar Turi kembalikan tiket dampak banjir (Foto: kabarfokus.id)

    Surabaya, kabarfokus.id

    Dampak banjir yang merendam jalur kereta api di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, berimbas signifikan terhadap operasional PT KAI Daop 8 Surabaya. Hingga Senin (19/01/2026), tercatat lebih dari 2.300 calon penumpang terpaksa membatalkan perjalanan mereka dan melakukan pengembalian tiket (refund).

    Banjir yang belum surut di jalur utara menyebabkan sejumlah rangkaian kereta api jarak jauh tidak dapat melintas. Hal ini memicu penumpukan calon penumpang di beberapa stasiun besar, salah satunya di Stasiun Pasar Turi, Surabaya.

    Pantauan di lokasi menunjukkan antrean panjang di loket pembatalan sejak Senin pagi. Mayoritas penumpang adalah mereka yang hendak menuju Semarang, Pekalongan, hingga Jakarta. Karena ketidakpastian kapan jalur kembali normal, banyak warga yang akhirnya memilih beralih ke moda transportasi bus atau travel.

    Resti, salah satu calon penumpang yang hendak menuju Semarang, mengaku kecewa namun memahami situasi alam tersebut.

    “Saya mau ke Semarang jenguk cucu, tapi tadi dikabari keretanya tidak bisa jalan karena banjir di Pekalongan. Ya sudah, ini mau ambil uang tiketnya terus mungkin cari bus saja kalau memang mendesak, atau pulang dulu nunggu air surut,” ujar Resti di Stasiun Pasar Turi.

    Hal senada disampaikan oleh Ermina, seorang mahasiswi yang berencana kembali ke Jakarta.

    “Harusnya berangkat pagi ini, tapi karena ada pembatalan dari pusat, saya pilih refund. Rencananya mau pindah ke transportasi lain karena besok sudah harus ada kegiatan di kampus. Tadi proses pengembaliannya cukup cepat, tapi ya antre karena banyak yang barengan,” ungkap Ermina.

    Berdasarkan data resmi dari Daop 8 Surabaya, hingga Minggu (18/01) tercatat sebanyak 2.345 penumpang telah memproses pembatalan tiket. PT KAI menjamin pengembalian uang tiket sebesar 100 persen tanpa potongan bagi penumpang yang perjalanannya terdampak.

    Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya memberikan kemudahan bagi pelanggan di tengah situasi darurat ini. Selain di loket stasiun, pembatalan juga bisa dilakukan secara daring.

    “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Saat ini ada enam stasiun di wilayah Daop 8 yang melayani pembatalan tiket secara langsung. Namun, untuk menghindari antrean panjang di stasiun, kami sangat menyarankan calon penumpang menggunakan aplikasi Access by KAI atau melalui Call Center 121. Uang kembali penuh 100 persen,” jelas Mahendro.

    Jumlah penumpang yang melakukan pembatalan diperkirakan akan terus bertambah sepanjang hari ini. Pasalnya, per Senin (19/01), setidaknya terdapat lima jadwal perjalanan kereta api dari Daop 8 Surabaya yang secara resmi dibatalkan akibat kendala teknis dan keamanan di jalur terdampak banjir.

    Petugas di lapangan terus melakukan koordinasi dengan tim teknis di Pekalongan untuk memantau ketinggian air. Hingga berita ini diturunkan, PT KAI masih memberlakukan skema perubahan rute atau pembatalan bagi kereta yang melintasi jalur utara. (YN)

  • Gus Ipul: Sekolah Rakyat Adalah ‘Kawah Candradimuka’ Pemutus Rantai Kemiskinan​

    Gus Ipul: Sekolah Rakyat Adalah ‘Kawah Candradimuka’ Pemutus Rantai Kemiskinan​

    Sekolah rakyat adalah kawah candradimuka untuk anak-anak keluarga tidak mampu (Foto: kabarfokus.id)

    Surabaya, kabarfokus.id

    Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar lembaga pendidikan formal biasa. Ia menyebut sekolah ini sebagai “Kawah Candradimuka” sebuah ruang penggemblengan khusus bagi anak-anak dari keluarga rentan untuk mengubah nasib dan memutus belenggu kemiskinan.​

    Hal tersebut disampaikan Gus Ipul dalam acara pembekalan dan pelatihan kepala sekolah serta siswa Sekolah Rakyat yang berlangsung di Kantor BPSDM (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia) Provinsi Jawa Timur, Jalan Balongsari Surabaya, Jumat (16/1/2026).​

    Menjaga Asa di Tengah Keterbatasan​Bukan tanpa alasan Gus Ipul menggunakan istilah Kawah Candradimuka. Data Kementerian Sosial menunjukkan tantangan besar yang dihadapi para siswa. 454 siswa sebelumnya tidak pernah sekolah.​ 298 siswa tercatat putus sekolah.​Sebagian siswa usia SMA bahkan belum lancar membaca karena harus bekerja sejak kecil demi membantu ekonomi keluarga.

    ​”Sekolah Rakyat adalah Kawah Candradimuka, tempat penjaga asa keluarga. Mereka digembleng, dididik, dan disiapkan untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mengubah masa depan keluarganya,” ujar Gus Ipul tegas.​

    Sentuhan Teknologi DNA Talent​

    Untuk memastikan transformasi ini berjalan efektif, Sekolah Rakyat tidak menggunakan pendekatan “satu ukuran untuk semua”. Kemensos menerapkan tes talenta berbasis teknologi, DNA Talent, untuk memetakan potensi unik setiap anak.​Dengan teknologi ini, minat dan bakat siswa yang selama ini terpendam akibat faktor ekonomi dapat diidentifikasi dan dikembangkan secara spesifik.​

    Perubahan Perilaku yang Mengharukan​Hasil dari penggemblengan ini mulai dirasakan langsung oleh para orang tua. Gus Ipul mengungkapkan rasa harunya saat menerima laporan mengenai perubahan positif perilaku para siswa di rumah.​

    “Banyak pesan mengharukan yang kami terima. Ada orang tua yang berterima kasih karena anaknya kini lebih rajin beribadah, bangun pagi tanpa dibangunkan, hingga lebih percaya diri dan tidak lagi menyendiri,” imbuhnya.​

    Perubahan karakter ini menjadi fondasi penting bagi Kemensos untuk memastikan bahwa anak-anak dari keluarga rentan tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga memiliki mentalitas pemenang untuk memperbaiki taraf hidup keluarga mereka di masa depan. (AZ)